Panen Duku Rejoso Pasuruan Diborong Pembeli, Petani Untung Saat Musim Tiba

Jumat, 13 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani memanen duku Rejoso di Dusun Petahunan, Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Kamis (12/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petani memanen duku Rejoso di Dusun Petahunan, Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Kamis (12/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Musim panen duku di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, menjadi momen yang paling dinantikan para petani setiap tahun. Buah khas yang dikenal sebagai duku Rejoso itu bahkan tak perlu dijual ke pasar karena langsung diborong pembeli dari kebun.

Pemandangan tersebut terlihat di Dusun Petahunan, Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, Kamis (12/3/2026). Sejumlah petani tampak memanen buah duku yang tumbuh lebat di pohon-pohon tua yang telah berproduksi puluhan tahun.

Salah seorang petani duku, Abdul Karim, mengaku telah menanam pohon duku sejak sekitar tahun 1970. Saat itu, ia memiliki lebih dari 50 pohon yang menghasilkan buah setiap musim panen.

Namun kini jumlah pohon yang dimilikinya tinggal sekitar separuhnya. Seiring waktu, banyak pohon yang mati karena usia maupun faktor perawatan.

“Dulu pohonnya banyak, sampai lebih dari 50. Sekarang tinggal sekitar separuh karena banyak yang mati,” ujar Karim.

Menurut dia, satu pohon duku yang berukuran besar dan telah berusia belasan tahun mampu menghasilkan hingga satu kuintal buah. Namun secara rata-rata, setiap pohon dapat dipanen sekitar 60 hingga 70 kilogram.

Karim menjelaskan, harga jual duku Rejoso saat musim panen berkisar Rp27.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Menariknya, para petani tidak perlu repot menjual ke pasar karena sudah ada pembeli yang memborong langsung dari kebun.

“Biasanya langsung diborong pembeli. Jadi tidak sampai dijual ke pasar,” katanya.

Karim menambahkan, duku Rejoso memiliki karakteristik berbeda dibandingkan duku dari daerah lain, seperti duku Palembang. Buah ini dikenal memiliki rasa sangat manis, biji kecil, daging tebal, serta daya simpan yang lebih lama.

“Cita rasanya manis sekali, dagingnya tebal dan bijinya kecil. Itu yang membuat duku Rejoso banyak dicari,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Rejoso Arfian Fakhrudin Kurdiamsyah mengatakan hingga saat ini masih terdapat sekitar 1.000 pohon duku yang tersebar di beberapa desa di wilayahnya.

Ia menjelaskan, terdapat empat desa utama penghasil duku di Kecamatan Rejoso, yakni Desa Ketegan, Kawisrejo, Pandanrejo, dan Rejoso Kidul. Produksi terbanyak berasal dari Kawisrejo dan Pandanrejo, sementara panen lebih dulu biasanya terjadi di Desa Ketegan.

Meski jumlah pohon berkurang, komoditas duku tetap menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga setiap musim panen.

Pemerintah kecamatan juga pernah berupaya menambah populasi pohon melalui bantuan bibit dan program cangkok hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian serta program CSR perusahaan.

“Beberapa kali sudah ada bantuan bibit, termasuk dari CSR perusahaan. Ada yang berhasil berkembang, ada juga yang tidak karena kembali pada perawatan petani,” jelas Arfian.

Arfian berharap masyarakat tetap menjaga keberadaan pohon duku agar komoditas ini tidak hilang dari wilayah Rejoso.

“Harapan kami pohon duku tetap dilestarikan. Selain meningkatkan ekonomi warga saat panen, duku Rejoso juga menjadi ikon buah khas Pasuruan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru