Panen Raya di Mempawah, Pemerintah Klaim Swasembada Pangan

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Putra Widyawinaya menghadiri panen raya padi di Kabupaten Mempawah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Putra Widyawinaya menghadiri panen raya padi di Kabupaten Mempawah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MEMPAWAH, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Mempawah menjadi bagian dari agenda nasional panen raya serentak yang dimanfaatkan pemerintah untuk menegaskan capaian swasembada pangan. Momentum panen ini dipusatkan di area persawahan Mempawah dan terhubung secara virtual dengan Presiden Prabowo Subianto, Rabu (7/1/2026).

Panen raya tersebut dihadiri Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Putra Widyawinaya bersama jajaran pemerintah daerah, aparat TNI–Polri, serta perwakilan instansi terkait. Kehadiran unsur negara lintas sektor menandai penguatan peran pemerintah dalam agenda ketahanan pangan yang kini kembali diposisikan sebagai prioritas strategis nasional.

Melalui konferensi video bersama sejumlah daerah sentra produksi, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Pernyataan ini menjadi penegasan arah kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada peningkatan produksi dalam negeri sekaligus pengurangan ketergantungan impor beras dan komoditas pangan utama.

Di tingkat daerah, panen raya dipandang sebagai capaian penting, namun bukan akhir dari tantangan. Isu klasik seperti ketersediaan pupuk, kondisi irigasi, alih fungsi lahan, hingga fluktuasi harga gabah masih menjadi faktor krusial yang menentukan keberlanjutan produksi pangan.

Brigjen TNI Putra Widyawinaya menegaskan keterlibatan TNI dalam panen raya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pangan nasional. “TNI berkomitmen melakukan pendampingan kepada petani agar produksi pangan tetap berkelanjutan, khususnya di wilayah yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mempawah menyatakan kesiapan daerahnya berkontribusi sebagai salah satu penyangga pangan Kalimantan Barat. Namun kontribusi tersebut dinilai perlu dibarengi kebijakan konkret yang melindungi petani, mulai dari hulu produksi hingga kepastian harga jual.

Panen raya di Mempawah berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Ke depan, keberhasilan program pangan nasional akan diukur dari konsistensi produksi, keadilan distribusi, serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai pilar utama ketahanan pangan.

Penulis : Dedy

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemberdayaan KRTP Terbukti Tekan Kemiskinan, Lamongan Targetkan 11,95 Persen di 2026
Sungai Grindulu Tegalombo Dilirik untuk PLTA, Pemda Harap Dampak Ekonomi
Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota
Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia
Diskop UKM Perindag Pasuruan Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo
Smart Farming Dorong Agrowisata Melon Golden Kinanti di Pasuruan
RAT 2026, Koperasi Wanita Kartini Bangkalan Fokus Digitalisasi dan SDM
RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:19 WIB

Pemberdayaan KRTP Terbukti Tekan Kemiskinan, Lamongan Targetkan 11,95 Persen di 2026

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:21 WIB

Sungai Grindulu Tegalombo Dilirik untuk PLTA, Pemda Harap Dampak Ekonomi

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:22 WIB

Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:12 WIB

Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:42 WIB

Diskop UKM Perindag Pasuruan Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo

Berita Terbaru