Pantai Parangtritis kembali telan korban, wisatawan Semarang hilang terseret ombak

- Redaksi

Sabtu, 5 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTUL, RadarBangsa.co.id – Seorang wisatawan asal Semarang, Jawa Tengah, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut atau rip current di Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (4/4/2025) pagi. Korban bernama Andreas Julian Pranata Putra (18) hanyut saat berupaya menolong rekannya yang terlebih dahulu terbawa ombak besar.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana, mengatakan kejadian tersebut bermula saat Andreas dan 10 temannya sedang bermain di kawasan pantai sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka diketahui bermain terlalu dekat dengan zona rip current yang memang dikenal berbahaya.

“Saat itu mereka bermain di daerah rip current. Tiba-tiba datang ombak besar yang menyebabkan satu korban atas nama Abdul Ansori Erare (19), warga Sorong, Papua, terseret arus,” ujar Jeffry saat dikonfirmasi wartawan.

Melihat kejadian tersebut, Andreas bersama satu temannya, Alloisius Juniar Jati Harjanto (22) yang juga berasal dari Semarang, spontan berusaha menolong Abdul. Namun nahas, upaya penyelamatan tersebut justru membuat ketiganya terseret ombak dan tenggelam.

“Karena upaya pertolongan dilakukan tanpa alat keselamatan, dua orang lain yakni Juniar dan Andreas ikut tenggelam. Beruntung Abdul dan Juniar berhasil diselamatkan oleh tim Satlinmas Rescue Istimewa wilayah III Parangtritis dan Ditpolairud Polda DIY,” jelasnya.

Namun hingga kini, Andreas belum ditemukan dan dinyatakan hilang. Proses pencarian pun masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

“Tim SAR gabungan telah dikerahkan dan masih menyisir kawasan pantai untuk mencari korban yang hilang,” tambah Jeffry.

Ia juga mengimbau para wisatawan untuk selalu memperhatikan peringatan petugas dan tidak bermain air terlalu jauh dari bibir pantai, terutama di wilayah yang sudah dikenal rawan seperti zona rip current.

“Harapannya para wisatawan bisa lebih waspada dan tidak mengabaikan rambu peringatan demi keselamatan bersama,” tuturnya.

Pihak kepolisian bersama tim SAR masih terus berkoordinasi dan melakukan pencarian hingga radius yang lebih luas. Keluarga korban pun telah diberi informasi terkait kejadian ini.

“Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin,” tutup Jeffry.

Lainnya:

Penulis : Hosea/Oki

Editor : Bandi

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru