PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Keberlanjutan klub sepak bola kebanggaan daerah, Persekabpas, memasuki babak baru. Manajemen lama secara simbolis menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, Rabu (4/3/2026), di Ruang Kerja Bupati Pasuruan.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Manajer Persekabpas, Gaung Andaka. Ia menyatakan keputusan tersebut sebagai langkah strategis demi menyelamatkan dan membangkitkan kembali klub yang pernah berjaya di era 2000-an.
“Hari ini saya serahkan kepengurusan Persekabpas kepada Mas Rusdi. Semoga target Liga 2 bisa tercapai,” ujar Gaung.
Secara kronologis, usai seremoni simbolis, manajemen lama akan melakukan koordinasi internal sebelum proses resmi pergantian kepengurusan dilakukan di hadapan notaris. Gaung menegaskan rapat lanjutan segera digelar untuk merampungkan administrasi dan memastikan transisi berjalan tertib.
Di sisi lain, Bupati Rusdi menyampaikan apresiasi terhadap pengurus lama yang dinilai mampu menjaga eksistensi klub tetap bertahan di Liga 3 di tengah keterbatasan.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus lama yang menjaga Persekabpas tetap berada di Liga 3. Tugas pengurus baru adalah membawa Persekabpas naik ke Liga 2,” tegasnya.
Komitmen tersebut tidak sekadar target kompetisi. Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga menyiapkan langkah konkret, mulai dari optimalisasi talenta lokal hingga pembenahan infrastruktur. Rusdi menyoroti potensi pemain muda yang muncul dalam ajang Piala Bupati sebagai modal regenerasi tim.
Selain pembenahan skuad, renovasi fasilitas Stadion Pogar di Bangil menjadi prioritas. Standarisasi stadion disiapkan agar memenuhi kualifikasi jika Persekabpas menembus Liga 2. Skema kepemilikan klub juga akan dikaji ulang, termasuk pelibatan perusahaan daerah dan penguatan peran klub di bawah Askab PSSI.
Langkah ini disambut harapan besar suporter Sakeramania yang mendambakan kebangkitan tim kebanggaan mereka. “Stadion segera dibenahi dan kepemilikan klub akan dibahas setelah manajemen berganti,” pungkas Rusdi.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar