LAMONGAN, RadarBamgsa.co.id — Jajaran Polsek Tikung meningkatkan patroli objek vital pada Jumat malam, 22 Mei 2026, dengan menyasar sejumlah titik rawan kriminalitas di wilayah Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi tindak pidana 4C yakni curat, curas, curanmor, dan gangguan keamanan lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
Patroli dimulai sekitar pukul 22.15 WIB hingga dini hari dengan menyasar area perbankan, SPBU, pasar, kawasan permukiman, hingga tempat ibadah. Polisi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di tengah aktivitas warga yang mulai berkurang pada malam hari.
Kegiatan patroli dipimpin Ka SPKT bersama anggota jaga Polsek Tikung, yakni, AIPTU Ketut, AIPTU Subur Eko, dan AIPDA Yateno. Mereka melakukan pemantauan langsung di sejumlah lokasi strategis seperti BRI Unit Tikung, SPBU Tikung, Pasar Baru Pule, Perumahan Taman Intan Raya, Griya Permata Insani, hingga kawasan Masjid Namira.
AIPDA Yateno mengatakan patroli rutin malam hari menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan potensi gangguan keamanan, terutama di titik-titik yang dinilai rawan tindak kriminal.
“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan situasi wilayah hukum Polsek Tikung tetap aman dan kondusif. Fokus kami adalah mencegah tindak kriminalitas 4C serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata AIPDA Yateno, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, objek vital seperti perbankan dan SPBU menjadi perhatian utama karena memiliki aktivitas transaksi keuangan dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, meskipun berlangsung pada malam hari.
Saat melakukan pemantauan di BRI Unit Tikung, petugas memastikan aktivitas pelayanan nasabah berjalan aman dan lancar tanpa adanya gangguan mencurigakan. Polisi juga melakukan koordinasi dengan petugas keamanan bank untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan.
“Kami mengimbau petugas keamanan agar selalu aktif melakukan pengawasan, terutama pada jam-jam rawan. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga harus terus ditingkatkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” ujar AIPTU Ketut.
Selain menyasar perbankan, patroli juga dilakukan di SPBU Tikung. Petugas memeriksa kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM), aktivitas pengisian kendaraan, hingga memastikan tidak ada gangguan keamanan di lokasi tersebut.
Dari hasil pengecekan, stok BBM di SPBU Tikung dipastikan masih aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Petugas juga memastikan seluruh dispenser berfungsi normal dan tidak ditemukan indikasi BBM tercampur air maupun gangguan distribusi lainnya.
“SPBU merupakan salah satu objek vital yang harus dipastikan keamanannya. Dari hasil pengecekan malam ini, stok BBM aman, pelayanan berjalan normal, dan situasi tetap kondusif,” kata AIPTU Subur Eko.
Petugas kemudian bergerak menuju Pasar Baru Pule dan Pasar Hewan Tikung. Di lokasi tersebut, aktivitas perdagangan malam terpantau relatif landai. Meski demikian, aparat tetap melakukan pemantauan untuk mencegah aksi pencurian maupun gangguan kamtibmas lainnya.
AIPDA Yateno menjelaskan patroli pasar dilakukan karena kawasan perdagangan sering menjadi sasaran pelaku kriminal, terutama saat kondisi mulai sepi pada malam hari.
“Kami memastikan situasi pasar tetap aman. Walaupun aktivitas jual beli mulai menurun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan karena pasar menjadi salah satu lokasi yang rawan pencurian,” ujarnya.
Tidak hanya pusat ekonomi, kawasan permukiman dan perumahan juga menjadi perhatian petugas. Polisi mendatangi Perumahan Taman Intan Raya dan Griya Permata Insani Tikung untuk memastikan situasi lingkungan tetap terkendali.
Dalam patroli tersebut, polisi menemukan kondisi lingkungan perumahan relatif sepi karena sebagian besar warga masih bekerja atau berada di luar rumah. Situasi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan pelaku kriminal apabila pengawasan lingkungan melemah.
Karena itu, petugas memberikan imbauan langsung kepada petugas keamanan perumahan atau satpam agar lebih rutin melakukan patroli lingkungan, khususnya pada malam hingga dini hari.
“Kami mengingatkan petugas keamanan perumahan agar lebih aktif berkeliling. Lingkungan yang sepi sering dimanfaatkan pelaku kejahatan. Kehadiran petugas keamanan sangat penting untuk mencegah tindak kriminalitas,” tutur AIPDA Yateno.
Selain patroli fisik, anggota kepolisian juga melakukan pendekatan dialogis kepada warga yang ditemui selama kegiatan berlangsung. Polisi meminta masyarakat ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor apabila menemukan hal mencurigakan.
Polsek Tikung menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan stabilitas keamanan wilayah. Sinergi antara polisi, petugas keamanan lingkungan, dan warga disebut mampu menekan potensi tindak kejahatan secara efektif.
Patroli objek vital juga dilakukan di sekitar Masjid Namira yang menjadi salah satu ikon wilayah Tikung. Polisi memastikan area tempat ibadah dalam kondisi aman dan tidak ditemukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Tikung hingga akhir patroli terpantau aman dan kondusif. Aparat memastikan patroli objek vital akan terus dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Patroli akan terus kami tingkatkan sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” pungkas AIPTU Ketut.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar