PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Pasuruan menargetkan Pasuruan Creative Center (PCC) segera dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya pelaku IKM dan UKM, sebagai pusat pengembangan kreativitas dan pemasaran produk. Revitalisasi Gedung Bangkodir yang kini resmi berganti nama menjadi PCC telah mencapai progres sekitar 80 persen.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony, mengatakan pekerjaan tinggal tahap penyempurnaan. Ia optimistis cita-cita Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo untuk menghadirkan pusat kreatif terpadu segera terwujud.
“Progresnya sudah sekitar 80 persen. Tinggal finishing, mohon doanya agar PCC bisa segera dimanfaatkan sesuai harapan Pak Bupati,” ujar Ghony, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Ghony, sepanjang 2025 revitalisasi difokuskan pada penguatan fungsi ruang kreatif di dalam gedung. Sejumlah fasilitas utama telah disiapkan untuk mendukung aktivitas industri kreatif dan UMKM, mulai dari studio foto dan konten kreator hingga ruang pelatihan bagi pelaku IKM-UKM.
“Di tahap awal kami menyiapkan empat studio foto dan konten kreator untuk pemasaran produk, serta ruang-ruang pelatihan agar pelaku usaha bisa meningkatkan kapasitasnya,” jelasnya.
Keberadaan studio konten dinilai krusial di tengah pergeseran pemasaran ke platform digital. Karena itu, Diskoperindag juga menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Saat ini terdapat 14 konten kreator bersertifikat yang disiapkan untuk mendukung promosi produk unggulan daerah.
“Mereka akan membantu pemasaran digital produk IKM-UKM Pasuruan agar lebih kompetitif,” imbuh Ghony.
Untuk tahun 2026, Pemkab Pasuruan kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp330 juta guna menyempurnakan kesiapan PCC. Anggaran tersebut difokuskan pada pekerjaan finishing dan penyempurnaan rehabilitasi agar seluruh fasilitas berfungsi optimal.
Selain gedung utama, Diskoperindag juga mengoptimalkan anggaran untuk menata kawasan sekitar PCC. Upaya ini meliputi penguatan sentra kuliner, penataan pencahayaan, serta elemen estetika pendukung agar tercipta ekosistem kreatif yang hidup.
“Kami tidak hanya membangun gedung, tetapi juga ekosistemnya. Harapannya PCC menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Pasuruan,” pungkas Ghony.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar