Pemerintah Pacu Digitalisasi Bansos, Malang Minta Akses Publik Diperkuat

Jumat, 5 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Malang saat mengikuti Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bansos Nasional secara hybrid. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Malang saat mengikuti Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bansos Nasional secara hybrid. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah pusat terus mendorong digitalisasi program bantuan sosial untuk meningkatkan akurasi data dan mempercepat distribusi manfaat bagi warga rentan. Agenda tersebut menjadi fokus dalam Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bansos Tingkat Nasional yang diikuti Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, bersama Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma S, melalui sambungan hybrid dari Ruang T Piringgitan, Kamis (4/12) siang.

Kegiatan yang dipimpin Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEM) dan dihadiri Menteri Dalam Negeri, Kepala Bappenas, Kepala BPS, serta Menteri PAN-RB itu menekankan pentingnya modernisasi tata kelola bansos. Digitalisasi dilakukan melalui portal aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), di mana warga dapat mendaftar mandiri atau melalui pendamping resmi.

“Transformasi digital ini diperlukan agar penyaluran bansos tidak lagi bergantung pada proses manual yang sering menimbulkan kendala. Dengan Perlinsos, setiap warga dapat memantau haknya secara transparan,” ujar salah satu pejabat KPTDP dalam forum tersebut.

Kabupaten Banyuwangi ditunjuk sebagai daerah percontohan nasional dengan uji coba awal di Kelurahan Lateng dan Desa Kemiren. Model ini menjadi rujukan bagi daerah lain, termasuk Malang, untuk mempersiapkan integrasi data dan literasi digital masyarakat.

Banyuwangi dinilai siap karena telah menjalankan program Smart Kampung yang memperkuat infrastruktur digital desa. Setiap balai desa memiliki akses internet cepat dan layanan publik berbasis teknologi. Mekanisme pendaftaran bansos berbasis digital akan melibatkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan dukungan agen perlinsos seperti pendamping PKH, TKSK, dan operator desa.

Wabup Lathifah menyebut digitalisasi bansos akan berdampak langsung pada efisiensi pelayanan. “Yang terpenting adalah memastikan masyarakat paling rentan tidak tertinggal dalam proses digital ini,” katanya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru