ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan melepas ratusan petugas pendataan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (15/6/2026). Program nasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperoleh data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Pendataan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan target menjangkau 321.757 rumah tangga dan unit usaha di seluruh wilayah Kabupaten Asahan. Data yang dihimpun diharapkan mampu memotret kondisi riil sektor ekonomi sehingga menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Kepala BPS Kabupaten Asahan, Rahmat Gustiar, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar dan informasi statistik ekonomi yang lengkap, akurat, dan mutakhir. Selain memetakan potensi serta struktur usaha, hasil sensus juga akan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Asahan telah menyiapkan 654 petugas yang mengikuti pelatihan intensif pada 1–13 Juni 2026. Mereka terdiri atas 567 Petugas Pencacah Lapangan (PPL), 83 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML), serta empat petugas khusus yang menangani pendataan usaha berskala besar.
“Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar dan informasi statistik ekonomi yang lengkap, akurat, serta mutakhir. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional, sekaligus memetakan potensi dan struktur usaha agar pembangunan ekonomi semakin tepat sasaran,” kata Rahmat Gustiar.
Ia berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar, lengkap, serta jujur. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang berkualitas.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar. Dukungan semua pihak sangat menentukan kualitas data yang nantinya menjadi pijakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun arah pembangunan ekonomi daerah, termasuk memperkuat sektor usaha, menekan angka kemiskinan, dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
“Kepada para petugas, saya berpesan agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi integritas dalam melakukan pendataan. Data yang akurat akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran,” tegas Bupati.
Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus.
“Saya meminta para camat untuk menyampaikan kepada kepala desa dan kepala dusun agar mendukung serta memfasilitasi kegiatan pendataan di lapangan. Kehadiran petugas sensus harus mendapat dukungan penuh sehingga proses pengumpulan data dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai target,” lanjutnya.
Pelepasan petugas ditandai dengan penyematan atribut sensus secara simbolis oleh Bupati Asahan serta penandatanganan komitmen bersama antara Forkopimda, BPS, dan perangkat daerah. Setelah itu, pendataan perdana dilakukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Asahan sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Asahan.
Pungkasnya, Pemkab Asahan berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat sehingga menghasilkan data yang valid dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Asahan.
Penulis : Dicky


















Komentar