BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan resmi menggandeng Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk memperkuat kebijakan berbasis riset. Kerja sama ini ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (23/4/2026).
Langkah ini menjadi penting di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Pemkab membutuhkan dukungan kajian ilmiah agar kebijakan yang diambil tidak sekadar normatif, tetapi tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Rektor UTM, Prof. Safi, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak boleh berhenti pada dokumen formal. Ia meminta seluruh pihak memastikan implementasi nyata agar hasilnya benar-benar dirasakan publik.
“Yang terpenting adalah tindak lanjut. Jangan berhenti di MoU, harus ada program konkret yang menyentuh masyarakat,” tegasnya.
UTM, lanjutnya, siap terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah melalui riset terapan. Bahkan, pihak kampus telah menyiapkan anggaran riset mandiri sehingga kolaborasi tidak sepenuhnya bergantung pada pembiayaan pemerintah daerah.
Ia juga mendorong pendekatan efisien dalam merancang program. Menurutnya, yang utama bukan besarnya anggaran, tetapi relevansi dan dampak terhadap kebutuhan masyarakat.
Sejak 2017, UTM telah mengembangkan riset berbasis potensi lokal Madura, seperti jagung dan garam. Beberapa hasilnya bahkan sudah mencapai tahap prototipe dan siap dikembangkan lebih luas.
“Ayo, persoalan di Bangkalan kita selesaikan bersama. Kami siap membantu lewat riset,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyebut kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Ia menilai keterlibatan akademisi dapat membantu pemerintah keluar dari kebuntuan dalam menyelesaikan persoalan daerah.
“Kami sangat membutuhkan dukungan kampus. Ketika ada masalah yang sulit, kami bisa meminta kajian dari UTM,” ungkapnya.
Bupati juga mendorong seluruh OPD memanfaatkan kerja sama ini, terutama dalam menangani isu krusial seperti kemiskinan. Menurutnya, pendekatan berbasis data dan riset akan menghasilkan solusi yang lebih akurat dan berkelanjutan.
“Kalau bisa, yang berpikir kampus, yang menjalankan pemerintah. Ini kolaborasi ideal,” tambahnya.
Kerja sama ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari kebijakan yang lebih tepat hingga program pembangunan yang efektif. Dengan sinergi ini, Pemkab Bangkalan menargetkan peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
“Semoga kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi masyarakat Bangkalan,” pungkas Bupati.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar