Pemkab Gunungkidul Luncurkan Program GENTING, Gerakan Orang Tua Asuh untuk Cegah Stunting

- Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGKIDUL, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menunjukkan langkah konkret dalam upaya mencegah stunting melalui peluncuran program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, dalam sebuah acara yang digelar di Kapanewon Playen pada Selasa, 15 Juli 2025.

GENTING merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di banyak daerah. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Joko Parwoto memberikan apresiasi atas inisiatif dari Kapanewon Playen yang menjadi pelopor program ini.

Ia menyebut bahwa GENTING mencerminkan semangat kolaborasi dan keseriusan semua pihak dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Gunungkidul. Dengan kerja sama yang baik, ia optimistis permasalahan ini bisa ditangani secara bertahap namun pasti.

“Langkah ini menunjukkan kesungguhan masyarakat dan pemerintah setempat. Dengan kolaborasi yang kuat, saya percaya kita bisa menurunkan angka stunting secara signifikan,” ujarnya.

Joko juga mengingatkan bahwa stunting bukan hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga menyentuh aspek kecerdasan, perkembangan emosional, bahkan masa depan mereka sebagai generasi penerus. Ia mengajak semua pihak untuk menjadi bagian dari gerakan ini dengan memberi perhatian lebih terhadap pemenuhan gizi anak-anak.

“Mari kita menjadi orang tua asuh yang peduli. Perhatian, kasih sayang, dan gizi seimbang adalah kunci bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” tambahnya.

Sementara itu, Panewu Playen, Agus Sumaryono, menyampaikan bahwa program GENTING merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam rangka menurunkan prevalensi stunting secara nasional. Ia berharap gerakan ini mampu menjadi contoh bagi wilayah lain.

Sebagai langkah awal, pihaknya membagikan sebanyak 144 pasang ayam kampung kepada masyarakat serta memberikan bantuan jambanisasi kepada satu keluarga penerima manfaat. Menurut Agus, ini adalah langkah kecil namun penting sebagai awal perubahan.

“Ini baru permulaan. Kami butuh dukungan semua pihak agar gerakan ini terus berlanjut dan membawa dampak nyata,” ujarnya.

Lainnya:

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru