Peredaran Pod Getar di Asahan Kian Marak, Polisi Disorot

Senin, 6 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Peredaran narkoba jenis pod getar dilaporkan semakin marak di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, khususnya di Kota Kisaran. Fenomena ini memicu kekhawatiran publik karena bentuknya menyerupai rokok elektronik (vape) yang legal dan mudah digunakan di ruang terbuka.

Dalam beberapa waktu terakhir, pengguna pod getar kerap terlihat menghisap perangkat tersebut secara terbuka di berbagai lokasi. Kondisi ini menimbulkan kebingungan masyarakat dalam membedakan antara produk legal dan yang mengandung zat terlarang.

Data penindakan menunjukkan, sejak pertengahan 2025 hingga Februari 2026, Satnarkoba Polres Asahan telah mengamankan sedikitnya 2.690 cartridge berisi cairan diduga narkotika. Selain itu, empat orang pelaku turut diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut.

Namun, maraknya penangkapan justru memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, peredaran pod getar dinilai tidak mengalami penurunan signifikan, bahkan semakin mudah ditemukan di lapangan.

Berdasarkan penelusuran, sejumlah merek yang beredar di pasaran antara lain Narkoba, Yakuza, K-Pods, hingga Lamborghini 88. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp2,2 juta tergantung kelengkapan cairan (liquid).

Ketua Forwaka Asahan, Doly Simbolon, menilai aparat penegak hukum perlu bertindak lebih tegas dalam memberantas peredaran pod getar.

“Banyak ditangkapi, tapi kok malah makin banyak beredar. Harusnya makin ditekan, bukan semakin bebas,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, karakter pod getar yang menyerupai vape membuatnya lebih sulit diawasi. “Ini lebih berbahaya karena bisa dipakai di mana saja dan menyasar kalangan remaja,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani memastikan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut. “Terima kasih informasinya, kami akan lakukan penyelidikan,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Fenomena pod getar menjadi perhatian serius karena berpotensi memperluas penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda. Kemudahan penggunaan dan bentuk yang menyerupai vape dinilai menjadi celah peredaran yang sulit terdeteksi.

Jika tidak segera ditangani secara sistematis, kondisi ini dikhawatirkan akan meningkatkan angka penyalahgunaan narkoba di daerah serta melemahkan upaya pencegahan yang telah dilakukan aparat.

Desakan agar aparat bertindak cepat terus menguat, seiring meningkatnya kekhawatiran masyarakat. “Sebelum semakin banyak korban, terutama remaja, penindakan harus lebih serius,” pungkas Doly.

Penulis : Dicky

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru