Perkuat Imunisasi dan Lindungi Anak, Pemprov NTB Gelar Workshop Lintas Sektor

Rabu, 16 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PJ Sekda Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal, saat membuka Workshop Advokasi Penguatan Imunisasi Rutin, Vaksin Baru, dan Imunisasi Kejar di Prime Park Hotel Mataram, Rabu (16/7/2025). |Foto Dok Ho/RadarBangsa

PJ Sekda Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal, saat membuka Workshop Advokasi Penguatan Imunisasi Rutin, Vaksin Baru, dan Imunisasi Kejar di Prime Park Hotel Mataram, Rabu (16/7/2025). |Foto Dok Ho/RadarBangsa

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kesehatan generasi muda. Salah satu upaya konkret itu diwujudkan melalui gelaran Workshop Advokasi Penguatan Imunisasi Rutin, Vaksin Baru, dan Imunisasi Kejar yang berlangsung di Prime Park Hotel, Mataram, Rabu (16/7/2025).

Workshop ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan didukung penuh oleh IAKMI Pengda NTB serta UNICEF Kantor Perwakilan NTT/NTB. Hadir dalam kegiatan ini berbagai unsur penting, mulai dari perangkat pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, hingga organisasi mitra pembangunan.

Mengusung tema*“Imunisasi sebagai Strategi Penyiapan Generasi Masa Depan Provinsi NTB dalam Menyongsong Era Bonus Demografi,” acara ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekda Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal, mewakili Gubernur NTB.

Dalam sambutannya, Faozal menegaskan bahwa imunisasi bukan sekadar program kesehatan, melainkan bagian penting dari investasi jangka panjang untuk menciptakan SDM yang unggul dan siap menghadapi tantangan global.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari fisik dan ekonomi, tapi dari kualitas manusianya. Melalui imunisasi, kita sedang mempersiapkan anak-anak NTB untuk tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya.

Workshop ini juga menjadi ruang berbagi informasi dan strategi dari para narasumber berpengalaman, di antaranya Kepala Bappeda NTB, Kepala Dinas Kesehatan NTB, akademisi Universitas Mataram, dan perwakilan UNICEF. Mereka membahas berbagai topik krusial, mulai dari arah kebijakan anggaran untuk kesehatan anak, tantangan penggunaan aplikasi digital seperti ASIK dan SMILE, hingga pentingnya keterlibatan fasilitas kesehatan swasta dalam program imunisasi.

Faozal juga menekankan pentingnya sistem pelaporan yang rapi dan real-time. Melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), status imunisasi anak bisa dicatat secara elektronik per individu, memudahkan pemantauan serta pengambilan keputusan berbasis data. Sementara itu, SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik) dihadirkan untuk memastikan distribusi vaksin lebih efisien dan merata.

Mewakili UNICEF, Health Officer dr. Alfian Munthe turut menyoroti pentingnya imunisasi kejar, khususnya untuk anak-anak PAUD yang termasuk dalam kelompok usia rentan.

“Imunisasi adalah intervensi paling efektif mencegah penyakit, kecacatan, dan kematian. Vaksin-vaksin baru seperti PCV, rotavirus, HPV, dan polio injeksi menjadi bagian penting dari langkah perlindungan yang menyeluruh,” paparnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya mempertahankan komitmen semua pihak terhadap pelaksanaan imunisasi, termasuk melalui pemanfaatan sistem digital dan kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini, lanjutnya, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam SKB 4 Menteri terkait peningkatan status kesehatan peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS., menutup rangkaian sambutan dengan menegaskan bahwa NTB siap menjadi contoh dalam penguatan imunisasi nasional.

“Kami berharap workshop ini melahirkan sinergi konkret. Mulai dari dukungan kebijakan di tingkat daerah, penguatan peran fasilitas kesehatan, hingga menjamin tidak ada satu pun anak NTB yang tertinggal dari haknya untuk mendapat imunisasi lengkap,” ucap Fikri.

Ia menambahkan, peningkatan cakupan imunisasi akan berdampak besar bagi pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang. NTB ingin menjadi provinsi yang mampu melahirkan generasi sehat, tangguh, dan siap bersaing, sejalan dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru