SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026, tensi politik di sejumlah desa di Kabupaten Sidoarjo mulai meningkat. Mengantisipasi potensi bentrokan antarpendukung calon kepala desa, Polresta Sidoarjo menyiagakan 1.200 personel gabungan untuk menjaga keamanan selama tahapan Pilkades berlangsung.
Langkah pengamanan besar-besaran itu dilakukan setelah aparat memetakan enam desa yang masuk kategori rawan konflik. Seluruh tahapan Pilkades, mulai kampanye hingga pascapemungutan suara pada 24 Mei 2026, menjadi perhatian khusus aparat kepolisian.
Situasi Pilkades di Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Persaingan antarpendukung calon kepala desa dinilai berpotensi memicu gesekan sosial jika tidak dikendalikan sejak awal.
Karena itu, Polresta Sidoarjo memperkuat pengamanan dengan menerjunkan ribuan personel gabungan dari jajaran Polresta, polsek, hingga unsur pengamanan terkait lainnya.
Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono, mengatakan seluruh skema pengamanan telah disiapkan untuk memastikan pesta demokrasi desa berjalan aman dan kondusif.
“Total 1.200 personel gabungan kami siagakan untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades di Sidoarjo berjalan aman dan kondusif,” ujarnya, Jumat (15/5).
Menurutnya, fokus utama pengamanan berada di enam desa yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi. Penempatan personel dilakukan berdasarkan potensi konflik di masing-masing wilayah.
“Enam desa dengan tingkat kerawanan tinggi menjadi perhatian khusus. Pengamanan akan diperkuat sesuai potensi konflik di masing-masing wilayah,” katanya.
Tak hanya melakukan penjagaan terbuka, polisi juga mulai melakukan pendekatan persuasif kepada para calon kepala desa dan tim sukses. Langkah itu dilakukan untuk menekan potensi provokasi yang bisa memecah hubungan sosial warga di tingkat desa.
Pilkades di Sidoarjo selama ini dikenal memiliki tensi politik cukup tinggi karena rivalitas antarpendukung sering melibatkan kedekatan emosional dan hubungan kekerabatan dalam satu lingkungan.
Situasi itu membuat konflik politik desa berisiko melebar menjadi persoalan sosial yang mengganggu keamanan masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh calon kepala desa dan pendukungnya menahan diri serta mengedepankan persaingan yang sehat demi menjaga situasi tetap damai,” tegasnya.
Dengan pengamanan berlapis dan pemetaan wilayah rawan, aparat berharap Pilkades serentak di Sidoarjo tetap berjalan damai tanpa benturan antarwarga yang dapat mencederai demokrasi desa.
“Pilkades adalah pesta demokrasi warga desa. Jangan sampai perbedaan pilihan justru memicu konflik dan memecah hubungan antarwarga,” pungkas AKP Tri Novi Handono.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin









Komentar