SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Krabat Kranggan menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama dengan anggota DPRD Kota Semarang Komisi D, Michael, S.Kom., Selasa (10/3/2026). Pertemuan berlangsung di Happy Resto Kampung Kali, Kota Semarang, mulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari.
Agenda tersebut menjadi ruang dialog antara penggerak wisata lokal dengan legislator untuk membahas pengembangan potensi pariwisata di kawasan Kranggan Pecinan. Pokdarwis menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari penguatan identitas wisata budaya hingga dukungan kebijakan untuk mengembangkan destinasi di wilayah tersebut.
Dalam diskusi yang berlangsung santai namun produktif itu, Pokdarwis memaparkan rencana pengembangan wisata berbasis budaya di kawasan Kranggan. Salah satu yang disoroti adalah tradisi Apitan, ritual budaya yang telah berlangsung puluhan tahun di wilayah Kranggan Dalam.
Tradisi tersebut rencananya akan dipromosikan lebih luas sebagai daya tarik wisata budaya di kawasan Pecinan Semarang. Selain itu, Pokdarwis juga mengusulkan pengembangan Kampung Kulit Lumpia sebagai destinasi wisata kuliner dan budaya yang dapat memperkuat identitas kawasan.
Ketua Pokdarwis Krabat Kranggan, Hengky, berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat mempercepat realisasi berbagai rencana pengembangan wisata tersebut.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah kota maupun DPRD agar potensi wisata di Kranggan bisa berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Michael menyatakan dukungannya terhadap inisiatif masyarakat dalam mengembangkan wisata lokal. Ia menilai kawasan Kranggan memiliki potensi budaya yang kuat untuk menjadi bagian dari penguatan wisata Kota Semarang.
“Kami menyambut baik gagasan dari Pokdarwis. Aspirasi ini akan kami dorong agar bisa mendapat perhatian dalam pengembangan pariwisata kota,” kata Michael.
Pertemuan ini juga dihadiri mahasiswa dari UIN Walisongo dan Universitas Diponegoro (Undip). Sejumlah mahasiswa Undip diketahui sedang melakukan penelitian terapan di Desa Wisata (Deswita) Krabat sebagai bagian dari program akademik.
Kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah diharapkan dapat mempercepat pengembangan kawasan Kranggan sebagai destinasi wisata budaya yang berkelanjutan di Kota Semarang.
Penulis : Oki
Editor : Zainul Arifin


















Komentar