Polsek Beji Didatangi Massa, Polres Pasuruan Janji Usut Tuntas Kematian Widi Nur Cahyono

Selasa, 4 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan warga Desa Gununggangsir mendatangi Polsek Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (4/8/2026), menuntut penjelasan atas meninggalnya Widi Nur Cahyono usai diamankan aparat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Puluhan warga Desa Gununggangsir mendatangi Polsek Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (4/8/2026), menuntut penjelasan atas meninggalnya Widi Nur Cahyono usai diamankan aparat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Puluhan warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, mendatangi Kantor Polsek Beji pada Selasa (4/8/2026) siang. Mereka meminta penjelasan dan pertanggungjawaban kepolisian atas meninggalnya Widi Nur Cahyono (43) setelah sebelumnya diamankan aparat dalam dugaan suatu perkara pidana.

Aksi tersebut dipicu pertanyaan warga mengenai keabsahan proses penangkapan hingga penyebab pasti meninggalnya Widi. Massa juga mendesak kepolisian membuka informasi secara transparan, mulai dari kronologi penangkapan, proses penanganan selama korban diamankan, hingga penyebab kematiannya.

“Kami mencari keadilan, teman kami ditangkap polisi sampai kehilangan nyawa,” kata perwakilan warga, Aris Hariyanto.

Aris menegaskan masyarakat menginginkan proses hukum berjalan secara terbuka apabila ditemukan adanya pelanggaran oleh oknum aparat. Menurutnya, penyelidikan menyeluruh perlu dilakukan agar seluruh fakta dapat terungkap.

“Alasan penangkapannya apa, sampai sekarang tidak ada. Penjelasan kenapa korban sampai meninggal juga kami tidak tahu. Jika terbukti ada tindakan melawan hukum, oknum tersebut harus dipecat dari institusi kepolisian,” ujarnya.

Warga lainnya, David, juga meminta kepolisian menyampaikan kronologi lengkap peristiwa tersebut. Ia berharap setiap tahapan penanganan perkara dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami minta kronologinya, kenapa teman saya ditangkap lalu tiba-tiba meninggal dunia? Kalau memang salah, amankan saja, tidak usah dipukuli,” ungkap David. Ia menambahkan seluruh pihak yang terbukti melanggar hukum harus diproses tanpa pandang bulu.

Merespons tuntutan masyarakat, Polres Pasuruan menyampaikan permohonan maaf terbuka terkait dugaan penganiayaan dalam proses penangkapan Widi. Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterbitkan pada Selasa (4/8/2026).

Pelaksana Harian (Plh) Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengatakan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius institusinya dan menimbulkan keprihatinan di lingkungan kepolisian. Ia menegaskan seluruh proses penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan transparan.

“Setiap proses penegakan hukum harus dilaksanakan secara profesional, sesuai prosedur, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia,” jelasnya.

Untuk memastikan objektivitas pemeriksaan, Kapolres Pasuruan telah membentuk tim internal yang bertugas melakukan penyelidikan menyeluruh. Seluruh personel yang terlibat dalam penangkapan Widi juga telah ditarik untuk dimintai keterangan.

Joko menegaskan Polres Pasuruan tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan anggotanya. Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran prosedur maupun tindak pidana, sanksi disiplin hingga proses hukum akan diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berkomitmen menindak tegas setiap anggota yang terbukti melanggar aturan. Hasil pemeriksaan nanti akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru