LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Polsek Laren mengamankan kegiatan pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pondok Pesantren Babul Khoir, Dusun Ketintang, Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut dihadiri sekitar 250 orang. Mereka terdiri dari pimpinan dan pengurus pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, ustaz dan ustazah, wali santri, warga Desa Laren dan sekitarnya, serta tamu undangan.
Pengamanan dilakukan personel Polsek Laren bersama unsur pengamanan lainnya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Petugas pengamanan yang terlibat yakni Aiptu Dwi Atmo, Aiptu Abdul Hamid, dan Bripda Mirza Faiz S. Selain personel kepolisian, pengamanan juga melibatkan Banser serta santri Pagar Nusa.
Aiptu Dwi Atmo mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan keagamaan.
“Kami melaksanakan pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan pengajian dapat berjalan dengan aman dan tertib,” ujar Aiptu Dwi Atmo.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KH. Budi Harjono dari Semarang selaku penceramah, Kepala Desa Laren Suyudi, S.H. bersama perangkat desa, serta pimpinan Ponpes Babul Khoir KH. Suratman, S.Pd., M.A. bersama pengurus.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Muh. Ali Asy’ari, Kepala Desa Laren Suyudi, S.H., serta Pimpinan Ponpes Babul Khoir KH. Suratman, S.Pd., M.A.
Setelah sambutan, jamaah mengikuti istighosah dan tahlil, lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW, serta ceramah agama yang disampaikan KH. Budi Harjono.
Aiptu Dwi Atmo menegaskan, koordinasi antara petugas kepolisian dan unsur pengamanan lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami bersama unsur pengamanan lainnya terus melakukan pemantauan selama kegiatan berlangsung agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Rangkaian pengajian kemudian dilanjutkan dengan Mahalul Qiyam, doa, penutupan, dan ramah tamah.
Aiptu Dwi Atmo menambahkan, kehadiran petugas dalam kegiatan masyarakat merupakan upaya memberikan rasa aman sekaligus mendukung kelancaran kegiatan keagamaan.
“Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus untuk mendukung kegiatan keagamaan agar berjalan lancar,” tambahnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar