LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Warga Dusun Tuwiri, Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, kembali menggelar sedekah bumi sebagai wujud syukur atas hasil panen dan rezeki yang diperoleh. Acara yang berlangsung di sekitar telaga desa pada Jumat (5/9/2025) ini tidak hanya menghadirkan kebersamaan warga, tetapi juga dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tikung.
Ratusan warga tampak antusias mengikuti prosesi doa bersama yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah doa dipanjatkan, masyarakat menyantap makanan dan hasil bumi yang dibawa secara gotong royong. Kenduri ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi turun-temurun masyarakat Jawa yang sarat dengan nilai kebersamaan.
Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo hadir langsung bersama jajaran anggota kepolisian. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi dalam acara adat seperti ini bukan hanya soal pengamanan, melainkan juga bentuk dukungan terhadap tradisi lokal.
“Sedekah bumi adalah wujud syukur masyarakat atas hasil panen dan rezeki yang diberikan. Kami hadir untuk menunjukkan kebersamaan sekaligus mempererat hubungan dengan warga,” ujarnya.
Selain jajaran kepolisian, tampak hadir Camat Tikung Sujirman Sholeh S.E., M.M., Danramil Kapten Kav Nurchodjim, Sekcam Anggraito S.H., Kepala Desa Tambakrigadung Takim, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran Forkopimcam dinilai menambah semarak sekaligus memberikan rasa aman bagi warga.
Camat Tikung Sujirman Sholeh menyampaikan bahwa sedekah bumi bukan sekadar tradisi, melainkan juga sarana memperkokoh ikatan sosial.
“Tradisi ini memiliki nilai spiritual sekaligus sosial. Melalui sedekah bumi, warga bisa berkumpul, bergotong royong, dan menjaga kebersamaan yang menjadi warisan leluhur,” tuturnya.
Untuk memastikan jalannya acara tetap aman, Polsek Tikung menerjunkan personel yang dibantu Babinsa. Sejumlah petugas tampak berjaga di lokasi sejak acara dimulai hingga selesai menjelang sore. Langkah ini membuat suasana kenduri berjalan tertib tanpa hambatan.
Bagi masyarakat, dukungan Forkopimcam dan aparat keamanan menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap budaya lokal. “Kami merasa senang karena pejabat kecamatan dan kepolisian ikut hadir. Acara jadi terasa lebih meriah dan aman,” ungkap salah satu warga.
Acara yang berakhir sekitar pukul 14.45 WIB itu ditutup dengan santap bersama antara warga, perangkat desa, dan pejabat yang hadir. Selain menjaga tradisi, momentum ini juga semakin mempererat hubungan antara masyarakat dengan pemerintah dan aparat keamanan
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








