Polsek Tikung Turun ke Desa, Warga Lamongan Diingatkan Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang

Jumat, 29 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Polsek Tikung saat patroli antisipasi bencana alam di Dusun Tinaro, Desa Dukuhagung. Jumat, 29 Mei 2026   (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota Polsek Tikung saat patroli antisipasi bencana alam di Dusun Tinaro, Desa Dukuhagung. Jumat, 29 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Cuaca ekstrem yang mulai melanda wilayah Lamongan membuat aparat kepolisian bergerak cepat. Anggota Polsek Tikung turun langsung ke permukiman warga di Dusun Tinaro, Desa Dukuhagung, Kecamatan Tikung, Jumat (29/5/2026), untuk mengingatkan masyarakat terhadap ancaman bencana alam saat musim hujan disertai angin kencang.

Patroli Kota Presisi (PKP) yang dilakukan sejak pukul 10.10 WIB itu fokus pada potensi pohon tumbang, banjir sesaat, tanah longsor hingga risiko anak tenggelam di sungai maupun waduk.

Petugas menyisir sejumlah titik permukiman sambil memberikan imbauan langsung kepada warga. Langkah ini dilakukan karena cuaca tidak menentu dinilai berpotensi memicu kejadian darurat yang mengancam keselamatan masyarakat.

“Kami mengimbau warga agar lebih waspada ketika hujan deras disertai angin kencang. Jangan berteduh di bawah pohon karena sangat berbahaya,” ujar AIPTU Sukardi di sela patroli.

Selain ancaman pohon tumbang, polisi juga menyoroti kebiasaan warga membuang sampah sembarangan yang dinilai memperparah risiko banjir saat hujan deras mengguyur kawasan permukiman.

“Jangan buang sampah ke sungai atau saluran air. Kalau aliran tersumbat, banjir bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya.

Petugas juga memberi perhatian khusus terhadap keselamatan anak-anak yang sering mandi di sungai atau waduk tanpa pengawasan. Risiko tenggelam disebut meningkat saat debit air naik akibat hujan.

“Kami minta anak-anak tidak mandi di sungai atau waduk kalau tidak bisa berenang. Orang tua juga harus lebih mengawasi,” tambahnya.

Dalam patroli tersebut, polisi turut meminta masyarakat segera melapor jika menemukan gangguan keamanan maupun situasi darurat di lingkungan sekitar.

Patroli dipimpin personel Polsek Tikung, yakni AIPTU Sukardi, AIPDA Toni Wijayanto, dan AIPDA M. F. Rozi AR. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Tikung dilaporkan aman dan kondusif.

“Di tengah cuaca yang sulit diprediksi, langkah preventif seperti patroli lapangan dinilai penting agar masyarakat tidak lengah menghadapi ancaman bencana yang bisa datang kapan saja,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru