Polsek Tikung Turun ke Desa, Warga Lamongan Diingatkan Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang

Kamis, 21 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Polsek Tikung memberikan imbauan kewaspadaan bencana kepada warga Dusun Dukuh, Desa Dukuhagung, Kecamatan Tikung, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota Polsek Tikung memberikan imbauan kewaspadaan bencana kepada warga Dusun Dukuh, Desa Dukuhagung, Kecamatan Tikung, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Potensi cuaca ekstrem mulai menjadi perhatian serius aparat kepolisian di wilayah Kecamatan Tikung. Melalui Patroli Kota Presisi (PKP), anggota Polsek Tikung menyisir kawasan permukiman warga untuk mengantisipasi dampak bencana alam yang berisiko mengancam keselamatan masyarakat.

Patroli dilakukan Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 11.10 WIB di Dusun Dukuh, Desa Dukuhagung. Fokus utama patroli tidak hanya memantau kondisi lingkungan, tetapi juga memberi edukasi langsung kepada warga terkait ancaman banjir, pohon tumbang hingga tanah longsor saat cuaca buruk.

Petugas yang terlibat dalam patroli yakni Aiptu Sukardi, Aipda Toni Wijayanto dan Aipda M.F. Rozi AR. Mereka mendatangi titik-titik permukiman dan mengingatkan warga agar tidak mengabaikan tanda-tanda cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada saat hujan deras disertai angin kencang karena berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan banjir sesaat,” kata Aiptu Sukardi.

Selain ancaman cuaca, polisi juga menyoroti kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan yang dinilai memperbesar risiko genangan air dan saluran tersumbat. Warga diminta tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase lingkungan.

“Saluran air yang tersumbat bisa memicu banjir lebih cepat saat hujan turun,” ujarnya.

Dalam patroli tersebut, petugas juga memberi perhatian khusus terhadap keselamatan anak-anak. Polisi meminta orang tua lebih mengawasi aktivitas anak di sekitar sungai maupun waduk, terutama saat debit air meningkat akibat hujan.

“Kami mengingatkan anak-anak agar tidak mandi di sungai atau waduk bila tidak bisa berenang karena sangat berbahaya,” tambahnya.

Patroli ini mendapat perhatian warga karena dilakukan langsung di tengah lingkungan permukiman. Kehadiran polisi dinilai penting untuk membangun kewaspadaan bersama menghadapi potensi bencana yang bisa datang tiba-tiba.

Polsek Tikung juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan gangguan keamanan maupun situasi darurat di lingkungan sekitar agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Keselamatan warga menjadi prioritas dan kami berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan agar tetap aman,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dua Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Lamongan, Ini Penyebabnya
Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:59

Dua Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Lamongan, Ini Penyebabnya

Senin, 2 November 2026 - 05:26

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Berita Terbaru