Presiden RI Pimpin Panen Raya Serentak Nasional, Khofifah Tegaskan Jatim Sebagai Lumbung Pangan Nasional

- Redaksi

Senin, 7 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin pelaksanaan Panen Raya Padi Serentak di 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan total luasan mencapai 5.500 hektare di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi (hms)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin pelaksanaan Panen Raya Padi Serentak di 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan total luasan mencapai 5.500 hektare di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi (hms)

NGAWI, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin pelaksanaan Panen Raya Padi Serentak di 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan total luasan mencapai 5.500 hektare. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Senin (7/4/2025).

 

Panen raya tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Setiawan Budi Cahyono, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, serta Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Rachmat.

 

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa panen raya ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur sebagai salah satu pilar utama dalam sektor pertanian Indonesia.

 

“Dengan seluruh kekuatan yang ada di kelompok tani, dukungan dari bupati dan wali kota serta koordinasi Forkopimda, kami siap menjaga Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional,” ujar Khofifah.

 

Menurut data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, luas baku sawah di provinsi ini mencapai 1.207.997 hektare, menjadikannya kontributor terbesar kedua dalam produksi beras nasional. Sepanjang tahun 2024, luas panen padi di Jawa Timur tercatat sebesar 1.616.985 hektare, dengan produktivitas 5,73 ton gabah kering giling (GKG) per hektare, menghasilkan total 9.270.435 ton GKG atau setara 5.352.936 ton beras.

 

Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menyumbang 17,44 persen terhadap produksi padi nasional, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai provinsi dengan produksi tertinggi selama lima tahun terakhir.

 

“Produksi padi dan beras Jawa Timur masih yang tertinggi di Indonesia. Kita terus berkomitmen untuk meningkatkan hasil pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan nasional,” tegas Khofifah.

 

Masuki tahun 2025, tren produksi padi di Jawa Timur menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur per 3 Maret 2025, luas panen periode Januari–April 2025 mencapai 838.473 hektare, naik 20,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 697.727 hektare.

 

Peningkatan luas panen juga berdampak pada jumlah produksi. Pada periode Januari–April 2025, produksi GKG di Jawa Timur mencapai 4.800.015 ton, naik 18,68 persen dibandingkan periode sama tahun 2024 sebesar 4.044.480 ton. Produksi beras pun turut meningkat dari 2.335.364 ton menjadi 2.771.626 ton.

 

“Kita bersyukur bahwa berbagai kebijakan strategis dan kerja keras para petani serta penyuluh mulai menunjukkan hasil positif. Ini akan memperkuat ketahanan pangan kita ke depan,” ujar Gubernur Khofifah.

 

Ia menyebut, peningkatan produktivitas ini turut ditopang oleh penggunaan teknologi pertanian modern seperti combine harvester, pemanfaatan varietas unggul, serta kemudahan akses pupuk bagi petani. Di sejumlah wilayah utama, biaya produksi per hektare berkisar Rp18–20 juta, dengan hasil panen mencapai 6,5 hingga 7,5 ton per hektare. Harga gabah pun stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram.

 

Sebagai contoh, Gubernur Khofifah menyoroti panen di wilayah Ngawi yang mencakup hamparan 1.000 hektare, tersebar di Desa Kartoharjo, Desa Kandangan, Desa Legokulon, dan Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman. Jenis padi yang ditanam adalah varietas Inpari 32 dengan sistem tanam jajar legowo (Jarwo 4:1) secara manual, yang kemudian dipanen menggunakan alat modern.

 

Tak hanya fokus pada panen, Gubernur Khofifah juga mencatat adanya peningkatan luas tambah tanam padi di Jawa Timur. Hingga 6 April 2025, realisasi luas tambah tanam mencapai 628.110 hektare, menunjukkan semangat dan komitmen petani dalam mengoptimalkan lahan pertanian.

 

Di sisi hilir, proses penyerapan gabah oleh Perum Bulog Jawa Timur juga mencatat progres yang menggembirakan. Dari target penyerapan setara beras sebanyak 593.262 ton untuk periode Februari–April 2025, hingga awal April telah terealisasi sebanyak 150.433 ton atau 25,36 persen. Realisasi ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.

 

Gubernur Khofifah juga menekankan bahwa keberhasilan pertanian harus berdampak pada kesejahteraan petani. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memberikan berbagai bantuan, mulai dari benih unggul, alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan penyuluh secara berkala.

 

“Pertanian tidak hanya soal produksi, tetapi juga soal keberpihakan kepada petani. Kita ingin petani semakin sejahtera,” tegasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyaksikan demonstrasi olah tanah dan tanam padi menggunakan rice transplanter generasi terbaru. Ia turut meninjau berbagai hasil pertanian unggulan Kabupaten Ngawi dan menyaksikan langsung proses transaksi pembelian gabah oleh Bulog di lokasi panen.

 

Panen raya di Jawa Timur merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara daring. Kegiatan ini juga diikuti oleh 14 provinsi lainnya, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan pemangku kepentingan yang telah bekerja keras menjaga ketahanan pangan nasional.

 

“Kami bangga mengabdi kepada rakyat Indonesia. Ini adalah kehormatan kami. Terima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras. Kita semua adalah satu tim, bahu membahu membangun bangsa,” ujar Presiden Prabowo.

 

Ia juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk terus memperkuat inovasi dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian guna menghadapi tantangan global ke depan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Jawa Timur, Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, Dandim 0805 Ngawi, Kapolres Ngawi, pimpinan PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Timur, jajaran Perangkat Daerah Pemprov Jawa Timur, serta Kepala BBWS Brantas dan BBWS Bengawan Solo.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru