Produksi Sampah Tembus 892 Ton per Hari, Sidoarjo Siapkan Langkah Darurat Selamatkan TPA Jabon

Senin, 8 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sidoarjo Subandi memimpin rapat bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Sidoarjo Subandi memimpin rapat bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Ancaman krisis sampah mulai menghantui Kabupaten Sidoarjo. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo di Kecamatan Jabon diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama tujuh tahun ke depan apabila tidak ada pembenahan sistem pengelolaan yang lebih masif.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Upaya itu dilakukan melalui penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), digitalisasi sistem pengelolaan, hingga pengetatan pengawasan terhadap pembuangan sampah liar.

Langkah tersebut dibahas dalam audiensi yang dipimpin Bupati Sidoarjo Subandi bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) di Opsroom Pemkab Sidoarjo, Senin (8/6/2026).

Menurut Subandi, persoalan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada DLHK. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat di tingkat bawah.

“Kita sedang memetakan seluruh persoalan TPS 3R di Sidoarjo. Penanganan sampah bukan hanya tugas DLHK, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, mulai pemerintah daerah, kecamatan, desa, RT hingga masyarakat,” ujar Subandi.

Ia menegaskan, seluruh kebijakan yang diambil akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kemampuan keuangan daerah. Pembenahan harus segera dilakukan agar persoalan sampah tidak berkembang menjadi krisis lingkungan yang lebih serius.

“Kalau tidak mulai hari ini, persoalan sampah tidak akan pernah selesai. Semua pihak harus bergerak sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.

Berdasarkan data DLHK Sidoarjo, timbulan sampah di Kota Delta mencapai 892,26 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 534 ton atau sekitar 59 persen masih berakhir di TPA Jabon setiap harinya.

Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya sampah tercampur yang mencapai 77,24 persen. Angka itu menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya masih relatif rendah.

Selain itu, sekitar 86,58 ton sampah atau 9,7 persen dari total produksi sampah harian warga tercatat belum terkelola secara optimal dan masih dibuang di lokasi yang tidak semestinya.

Untuk memperkuat pengelolaan berbasis masyarakat, Pemkab Sidoarjo mengalokasikan anggaran Rp4,02 miliar guna mempertahankan operasional 22 TPS 3R yang berkinerja baik.

Tak hanya itu, dana sebesar Rp14,12 miliar juga disiapkan untuk meningkatkan kapasitas 77 TPS 3R melalui pengadaan mesin pemilah sampah, conveyor, insinerator, serta kendaraan operasional roda tiga.

Hasil evaluasi DLHK menunjukkan masih terdapat pekerjaan rumah yang besar. Dari total 210 TPS 3R yang tersebar di berbagai wilayah, sebanyak 86 unit berkinerja rendah dan 25 lainnya tidak aktif.

Padahal, fasilitas tersebut menjadi ujung tombak pengelolaan sampah karena telah melayani sekitar 34,87 persen dari 311.688 kepala keluarga yang memperoleh layanan persampahan.

Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan langkah tegas untuk menekan praktik pembuangan sampah sembarangan. Salah satunya dengan memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi pembuangan liar.

“Kita harus memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Setiap desa perlu memasang CCTV di lokasi rawan dan mekanisme penindakannya akan kita siapkan,” kata Subandi.

Melalui penguatan TPS 3R, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penegakan aturan yang lebih ketat, Pemkab Sidoarjo optimistis mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA Jabon.

“Kita ingin mewujudkan Sidoarjo yang bersih, sehat, dan asri. Karena itu, semua pihak harus terlibat. Sampah adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Subandi.

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru