JEMBER, RadarBangsa.co.id – Program “Bunga Desaku” (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember mendapat dukungan kuat dari DPRD setempat. Program ini dinilai menjadi langkah konkret mendekatkan pelayanan publik langsung ke masyarakat desa.
Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya inovasi daerah, tetapi juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kehadiran negara di tengah rakyat.
Ardi menjelaskan, program Bunga Desaku menghadirkan pola kerja baru di mana bupati berkantor langsung di desa-desa dan kelurahan. Dengan cara ini, pemerintah daerah dapat memantau kondisi riil masyarakat sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai persoalan.
Ia menyebut, pendekatan tersebut membuka akses komunikasi yang lebih luas antara masyarakat dan pemerintah. Sejumlah persoalan krusial seperti infrastruktur jalan desa, kebutuhan petani, hingga mitigasi bencana dapat langsung diidentifikasi di lapangan.
Selain itu, program ini juga dinilai mampu memotong birokrasi yang berbelit. Aspirasi masyarakat dapat langsung diterima tanpa harus melalui proses administratif panjang yang kerap memperlambat penanganan.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan bupati sudah searah dengan pesan Presiden Prabowo untuk mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujar Ardi, Kamis (26/3/2026).
Terkait isu pembiayaan, Ardi memastikan penggunaan anggaran telah melalui mekanisme yang benar. “Pembahasan dilakukan secara transparan antara Banggar DPRD dan TAPD. Jadi tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan,” tegasnya.
Program ini dinilai berdampak positif terhadap efektivitas pelayanan publik di tingkat desa. Kehadiran langsung kepala daerah diyakini mampu mempercepat pengambilan keputusan strategis, terutama di sektor infrastruktur, pertanian, dan penanganan kondisi darurat.
Selain itu, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, karena masyarakat merasa lebih didengar dan dilibatkan dalam proses pembangunan.
Ardi menegaskan bahwa langkah Bupati Jember tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan publik yang proaktif. “Dengan turun langsung ke desa, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan demi kepentingan daerah kita,” pungkasnya.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar