Putera Puteri Pendidikan NTB 2025 Resmi Dilantik, Dorong Komitmen dalam Perbaikan Kualitas Pendidikan

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para finalis Putera Puteri Pendidikan NTB 2025 saat prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah di Balai Guru Penggerak Kota Mataram, Jumat (30/5/2025). (Istimewa)

Para finalis Putera Puteri Pendidikan NTB 2025 saat prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah di Balai Guru Penggerak Kota Mataram, Jumat (30/5/2025). (Istimewa)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Berprestasi sejak usia muda menjadi modal penting dalam membentuk karakter dan mental generasi penerus bangsa. Ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia menjadi salah satu wadah strategis bagi pelajar dan pemuda untuk mengukir prestasi sekaligus berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Ajang yang diinisiasi Yayasan Pemuda Prestasi dan Duta Pendidikan Pusat ini terbagi dalam dua kategori, yakni remaja dan dewasa. Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), puncak acara pelantikan dan pengambilan sumpah Putera Puteri Pendidikan NTB 2025 digelar di aula lantai 2 Balai Guru Penggerak Kota Mataram, Jumat (30/5/2025).

Direktur Putera Puteri Pendidikan NTB, Daud Usman, menegaskan pentingnya ajang ini sebagai bentuk nyata komitmen memperbaiki kualitas pendidikan di daerah.

“Seperti yang kita lihat bersama, kualitas pendidikan di NTB belum merata. Saya berharap para finalis yang hari ini resmi dilantik bisa menjalankan amanah dengan komitmen yang telah disepakati sejak awal pendaftaran,” ujarnya dalam sambutan pelantikan.

Lebih lanjut, Daud menekankan bahwa gelar sebagai Putera atau Puteri Pendidikan bukan sekadar titel atau ajang popularitas semata, tetapi harus menjadi simbol dedikasi terhadap perubahan.

“Saya titip kepada kalian semua, jangan hanya berhenti pada simbol dan nama. Teruslah bersinergi, hadirkan aksi nyata untuk kemajuan pendidikan di NTB. Tunjukkan bahwa kalian adalah bagian dari solusi, bukan hanya pengamat,” tegasnya.

Menurut Daud, pendidikan adalah kunci utama kemajuan sebuah daerah. Oleh sebab itu, para generasi muda diminta untuk menjadi agen perubahan yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Teruslah belajar, berinovasi, dan jadilah teladan bagi generasi muda lainnya,” pesannya.

Ia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan ajang ini sebagai sarana pengembangan diri.

“Mari kita gunakan kesempatan ini untuk mengasah soft skill, membangun jejaring, dan memperkuat portofolio positif. Ajang ini bukan semata tentang kompetisi, melainkan wadah untuk menunjukkan komitmen serta kontribusi terhadap dunia pendidikan di tanah kelahiran kita,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

4.469 Lulusan UPH Siap Terjun, Pendidikan Dinilai Kunci Dampak Publik
Siswa SMP Al Muslim Waru Turun ke Desa, Gerakkan UMKM hingga Edukasi Kesehatan Warga
Anak TK Diajak Masuk Mapolresta Sidoarjo, Polisi Ubah Ketakutan Jadi Keceriaan dan Disiplin
Pemkab Jember Bongkar Praktik ‘Sekolah Favorit’, SPMB 2026 Dijaga Ketat Tanpa Titipan
Sekolah Rakyat di Bangkalan Diserbu 600 Pendaftar, Bupati Lukman Hakim Desak Pembangunan Dipercepat
Siswa SDN Sumberbendo Lamongan Juara Atletik Kids 2026, Mantup Siap Kirim Talenta ke Provinsi
Buket Mawar dari Mahasiswa Polteksi untuk Ning Lia, Kisah Haru di Balik Perjuangan KIP Kuliah
Lia Istifhama Soroti Peran Strategis Polteksi, Lulusan Tembus Jepang-Korea dan Siap Hadapi Industri 5.0

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:51 WIB

4.469 Lulusan UPH Siap Terjun, Pendidikan Dinilai Kunci Dampak Publik

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:54 WIB

Siswa SMP Al Muslim Waru Turun ke Desa, Gerakkan UMKM hingga Edukasi Kesehatan Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:22 WIB

Anak TK Diajak Masuk Mapolresta Sidoarjo, Polisi Ubah Ketakutan Jadi Keceriaan dan Disiplin

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:22 WIB

Pemkab Jember Bongkar Praktik ‘Sekolah Favorit’, SPMB 2026 Dijaga Ketat Tanpa Titipan

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:02 WIB

Sekolah Rakyat di Bangkalan Diserbu 600 Pendaftar, Bupati Lukman Hakim Desak Pembangunan Dipercepat

Berita Terbaru

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat berdialog dengan petani Papandayan di Garut terkait program pelatihan agroforestry. Minggu, 9 Mei 2026  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

Kemnaker Latih 500 Warga Garut, Agroforestry Jadi Harapan Baru Kerja

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:32 WIB