MADIUN, RadarBangsa.co.id – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Jawa Timur resmi bergulir di Kabupaten Madiun, Kamis (18/9/2025). Acara pembukaan berlangsung di Pendopo Muda Graha dan dipusatkan di Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) sebagai tuan rumah.
Sekitar 125 ketua BEM dari berbagai kampus di Jawa Timur hadir dalam forum strategis tersebut. Agenda ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk merumuskan rekomendasi kebijakan serta memperkuat jejaring gerakan mahasiswa di tingkat regional.
Pembukaan dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, hingga Wali Kota Madiun Maidi. Dari pihak kampus, hadir Wakil Rektor UNIPMA Elva Nuranina bersama Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur M. Aqomaddin, serta Ketua BEM UNIPMA Haidar Fillah.
Acara juga disemarakkan dengan penampilan seni pencak silat dan dongkrek, ikon budaya khas Kabupaten Madiun yang menegaskan identitas daerah sebagai Kampung Pesilat Indonesia.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, kegiatan mahasiswa semacam ini diharapkan mampu memberikan masukan yang relevan bagi pembangunan daerah.
“Saya yakin mahasiswa tetap berjuang untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kami juga berharap hasil rakerwil ini bisa dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.
Hari juga mengingatkan pentingnya pelestarian budaya pencak silat. Selain bernilai tradisi, ia meyakini pencak silat dapat dikembangkan menjadi industri kreatif yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Emil Dardak menilai, Rakerwil BEM SI tidak sekadar forum internal mahasiswa, tetapi juga momentum memperkuat komunikasi dengan pemerintah. Ia menekankan bahwa kritik mahasiswa merupakan bagian dari proses perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Kritik dan masukan dari mahasiswa sangat penting agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran. Mereka ingin pemerintah benar-benar serius memberantas korupsi, sehingga pajak rakyat dapat kembali optimal untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Emil.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur M. Aqomaddin menyampaikan bahwa forum ini akan difokuskan pada isu-isu aktual, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah.
Ketua BEM UNIPMA, Haidar Fillah, juga berharap hasil dari Rakerwil dapat menjadi rekomendasi strategis yang bukan hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dijalankan.
“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengkritik, tapi juga mitra pemerintah yang ikut memberikan solusi. Kami ingin suara mahasiswa bisa lebih terdengar dan direspons secara nyata,” pungkas Haidar.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








