SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) mulai mematangkan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi alumni terhadap pembangunan nasional. Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Dewan Pakar PP IKA UNAIR yang dihadiri Ketua Umum PP IKA UNAIR Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Dewan Pakar PP IKA UNAIR Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kampus C UNAIR Surabaya, Selasa (23/6) malam.
Pertemuan tersebut menjadi forum konsolidasi gagasan antara pengurus dan dewan pakar guna merumuskan arah organisasi alumni yang lebih adaptif terhadap berbagai tantangan pembangunan. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan sumber daya manusia, perluasan jejaring kolaborasi lintas sektor, hingga peningkatan kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan.
Khofifah menilai IKA UNAIR memiliki kekuatan besar melalui jaringan alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara terorganisasi agar mampu menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Khofifah, pertemuan tersebut menghasilkan banyak masukan yang dapat menjadi pijakan bagi organisasi untuk bergerak lebih masif dan inovatif. Ia juga menilai berbagai gagasan yang muncul dari para pakar dapat memperkaya perspektif organisasi dalam menghadapi dinamika pembangunan yang terus berkembang.
“Saya rasa pertemuan pikiran yang kita bangun malam ini akan menjadi catatan penting bagi kita semua. Banyak pemikiran strategis dan terobosan yang bisa menjadi manfaat bagi IKA UNAIR maupun pemerintah daerah,” kata Khofifah.
Gubernur Jawa Timur itu menegaskan bahwa alumni perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi jaringan sosial, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi berbasis keilmuan. Karena itu, peran Dewan Pakar dinilai penting sebagai mitra strategis dalam memberikan rekomendasi dan pandangan konstruktif bagi organisasi.
Ia menyebut tantangan global maupun nasional saat ini menuntut respons yang cepat dan berbasis data. Dalam konteks tersebut, IKA UNAIR diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pemikiran yang mampu menghasilkan ide segar serta rekomendasi yang relevan bagi berbagai isu strategis.
Rapat koordinasi tersebut juga membahas penguatan posisi IKA UNAIR sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin ilmu. Melalui sinergi yang kuat, organisasi alumni diharapkan mampu memperluas kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, AHY mengatakan kehadirannya dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara alumni, akademisi, serta para pemangku kepentingan. Ia menilai berbagai gagasan dari para guru besar dan profesor memiliki nilai penting dalam mendukung proses pengambilan kebijakan publik.
“Hadir bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan para anggota dewan pakar. Kami ingin berkontribusi untuk almamater karena gagasan para akademisi sangat berharga bagi masyarakat dan negara,” ujar AHY.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu juga menyoroti capaian UNAIR yang saat ini menempati peringkat ketiga perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan berada di posisi 276 dunia berdasarkan QS World University Ranking. Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.
Meski demikian, AHY menekankan bahwa prestasi akademik harus diikuti dengan dampak nyata bagi masyarakat. Prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi, kata dia, perlu terus diperkuat agar hasil riset dan kajian akademik dapat menjawab berbagai persoalan publik.
Dalam forum tersebut, AHY mengusulkan sejumlah langkah awal untuk memperkuat peran Dewan Pakar IKA UNAIR. Salah satunya melalui penyelenggaraan dialog produktif dan penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Ia menilai pemerintah membutuhkan dukungan akademik yang kuat dalam setiap proses pengambilan keputusan. Hasil penelitian dan kajian ilmiah dari perguruan tinggi dinilai dapat menjadi sumber pengayaan yang penting dalam merumuskan kebijakan publik.
“Pentingnya masukan dari para akademisi bagi pemerintah yang setiap hari harus mengambil keputusan. Diperlukan pengayaan dan hasil riset yang relevan agar kebijakan yang dihasilkan semakin tepat sasaran,” jelasnya.
AHY juga menggagas forum yang lebih terbuka dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Menurutnya, ruang dialog yang inklusif dapat menjadi sarana untuk menghimpun gagasan baru sekaligus menjawab berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Melalui rakor tersebut, pengurus dan Dewan Pakar IKA UNAIR berharap sinergi organisasi semakin kuat. Dengan dukungan jejaring alumni, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan, IKA UNAIR ditargetkan mampu menghadirkan rekomendasi strategis serta program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Dengan semangat gotong royong, kolaborasi, dan pengabdian, IKA UNAIR harus mampu menghadirkan program yang berdampak tidak hanya bagi alumni, tetapi juga bagi pembangunan Indonesia,” pungkas Khofifah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar