Rapim Kodam V/Brawijaya 2026 di Surabaya: Khofifah Tegaskan Sinergi ‘Nyekrup’ Kawal Ketahanan Pangan Jatim

Rabu, 4 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Rapim Kodam V/Brawijaya 2026 di Surabaya, Selasa (3/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Rapim Kodam V/Brawijaya 2026 di Surabaya, Selasa (3/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sinergi “nyekrup” antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya menjadi fondasi penting dalam menjaga efektivitas pembangunan dan menyukseskan program strategis nasional di Jatim.

Penegasan itu disampaikan Khofifah saat menjadi pembicara kehormatan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam V/Brawijaya Tahun 2026 di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Selasa (3/3/2026). Forum tersebut juga dihadiri Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin beserta jajaran.

Menurut Khofifah, kolaborasi yang terjalin tidak sebatas koordinasi formal, melainkan berjalan teknis hingga ke tingkat kabupaten/kota. Hubungan antara bupati/wali kota dengan para Dandim disebutnya telah terbangun solid dalam mendukung agenda prioritas nasional.

“Sinergi dan kolaborasi itu menjadi bagian dari penguat efektivitas dan produktivitas kerja. Di Jawa Timur ini antara Pemprov dan Kodam V/Brawijaya sampai ke bawah, bupati/wali kota dengan para Dandim itu nyekrup,” ujar Khofifah.

Salah satu contoh konkret sinergi tersebut terlihat pada penguatan ketahanan pangan nasional. Khofifah mengungkapkan, dukungan data teknis di lapangan, termasuk jaringan irigasi dan potensi lahan, diperoleh melalui koordinasi intensif dengan jajaran Kodam.

Data tersebut kemudian disinkronkan dengan kementerian terkait dan ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah untuk memetakan dampaknya terhadap produktivitas pertanian secara detail.

“Kalau ada program nasional terkait ketahanan pangan, support data teknis irigasi justru kami dapat dari Pak Pangdam. Data itu yang saya bawa ke Pak Menteri. Lalu kami berbagi tugas dengan bupati/wali kota untuk memetakan dampaknya terhadap produktivitas daerah secara detail,” ungkapnya.

Sinergi Forkopimda ini berkontribusi pada capaian Jawa Timur sebagai produsen padi terbesar nasional. Pada 2025, produksi padi Jatim tercatat 10,57 juta ton dengan produksi beras 6,10 juta ton, menjadikan provinsi ini penyumbang beras terbesar di Indonesia.

Khofifah menekankan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pengawalan terhadap Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Luas Tambah Tanam (LTT) seluas 1,8 juta hektare. Peran Dandim di daerah dinilai krusial dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kalau hanya bupati/wali kota mungkin tidak cukup. Kehadiran para Dandim menjadi bagian penting untuk saling mengawal bersama. Ketahanan pangan ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Kolaborasi Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya juga menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Sepanjang 2019–2025, pembangunan Rutilahu hasil sinergi bersama Kodam mencapai 35.401 unit serta 2.062 unit jamban keluarga. Pada 2026, ditargetkan pembangunan 1.700 unit Rutilahu dan 210 unit jamban keluarga dengan dukungan jajaran Kodam.

Program ini dinilai berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung agenda pengentasan kemiskinan dan perbaikan sanitasi.

Dalam forum tersebut, Khofifah juga menyinggung dukungan Kodam terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hingga 2 Maret 2026, jumlah penerima manfaat MBG di Jawa Timur tercatat 8,56 juta orang. Program ini didukung 3.743 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total 153.736 petugas. Dari jumlah tersebut, 3.225 SPPG telah beroperasi dan 518 lainnya dalam tahap persiapan.

Khofifah menyampaikan apresiasi atas peran aktif Kodam V/Brawijaya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung program prioritas nasional, termasuk penguatan KDKMP, SPPG, dan program pembangunan tiga juta rumah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Pangdam dan seluruh jajaran atas support luar biasa, baik dalam menjaga kondusivitas kamtibmas maupun menyukseskan program-program strategis nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan Rapim 2026 menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penyelarasan kebijakan pusat agar implementasinya optimal di lapangan.

“Hari ini kita jajaran Kodam V/Brawijaya menyelenggarakan Rapim untuk menindaklanjuti arahan pimpinan di tingkat Mabes TNI termasuk Angkatan Darat. Forum ini kita manfaatkan untuk evaluasi, introspeksi, dan konsolidasi menghadapi 2026,” tegasnya.

Ia menambahkan, penyamaan visi dan misi diperlukan agar kebijakan dari pusat dapat menunjang operasional satuan di wilayah secara efektif.

Rudy juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Khofifah yang meninjau sarana dan prasarana Kodam, termasuk fasilitas yang direnovasi melalui hibah Pemprov Jatim.

“Beliau memberikan arahan yang kami jadikan pedoman dalam menyukseskan program-program pemerintah pusat, termasuk di wilayah Jawa Timur,” pungkasnya.

Ke depan, sinergi “nyekrup” antara Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya ditegaskan akan terus diperkuat untuk mengawal agenda pembangunan, menjaga stabilitas wilayah, serta memastikan program strategis nasional berjalan efektif dan tepat sasaran demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru