BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Program pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Bangkalan mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Ratusan warga memadati lokasi kegiatan di depan Perumahan Grand Kemayoran, Senin (6/7), untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Sejak pagi, antrean didominasi ibu rumah tangga yang datang untuk membeli beras, minyak goreng, gula, telur, hingga kebutuhan pangan lainnya. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan masih besarnya kebutuhan terhadap akses bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah dinamika harga pangan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir meninjau langsung pelaksanaan pasar murah. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan beras SPHP kepada warga lanjut usia serta memberikan bingkisan telur kepada anak-anak yang datang bersama orang tuanya sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga.
Menurut Khofifah, pasar murah tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli kebutuhan pokok. Program tersebut juga merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika terjadi fluktuasi harga pangan.
“Yang kami jaga bukan hanya stabilitas harga, tetapi juga ketenangan masyarakat. Ketika kebutuhan pokok bisa dibeli dengan harga yang lebih murah, maka ada ruang bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Di situlah pemerintah harus hadir,” kata Khofifah.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pasar murah merupakan bagian dari sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Langkah tersebut juga dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok tersedia dan mudah dijangkau masyarakat.
“Yang prinsip adalah bagaimana Pemprov bersinergi dengan Kabupaten/Kota melakukan ikhtiar stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Ini merupakan program bersama yang saling menguatkan demi menjaga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah, pasar murah juga dimanfaatkan sebagai sarana memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di daerah agar produk lokal dapat dipasarkan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
Khofifah mengatakan, keterlibatan UMKM tidak hanya membuka peluang penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari proses kurasi produk unggulan daerah. Produk yang memenuhi standar akan memiliki kesempatan mengikuti program promosi hingga misi dagang yang difasilitasi pemerintah.
“Terlihat sederhana, tetapi bagi Pemprov ini juga menjadi bagian dari proses kurasi produk. Karena itu saya selalu mengambil sampling produk UMKM. Kalau produk ini lolos kurasi, maka akan berpeluang diikutsertakan dalam misi dagang,” jelasnya.
Menurutnya, proses tersebut menjadi langkah strategis untuk memetakan produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dengan data tersebut, pemerintah dapat lebih siap memenuhi permintaan dari daerah lain maupun peluang pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
Dalam pasar murah di Bangkalan, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas dengan harga di bawah pasar. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah pengendalian inflasi. Di saat yang sama, pelibatan UMKM diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk lokal sehingga manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga pelaku usaha. “Kalau nanti ada permintaan dari provinsi lain bahkan peluang ekspor, kita sudah mengetahui sumber-sumber produk unggulan yang siap dipasarkan. Jadi pasar murah bukan hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi pintu pembuka pasar yang lebih luas bagi UMKM,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar