PIDIE JAYA, RadarBangsa.co.id — Setelah bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, perhatian nasional mengarah pada kondisi ribuan warga yang masih bertahan di titik-titik pengungsian. Di tengah situasi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung untuk memastikan dukungan Jatim berjalan secara menyeluruh.
Kunjungan itu menjadi momentum penting bagi para penyintas. Sejak rombongan tiba, suasana Gedung Serbaguna Tgk Chik Pante Geulima dipenuhi rasa haru. Para pengungsi menyambut dengan senyum lelah, namun terlihat sedikit lebih lega karena perhatian pemerintah provinsi lain turut hadir.
Khofifah menegaskan bahwa bantuan Jawa Timur tidak hanya parsial. “Kami ingin memastikan seluruh dukungan terdistribusi tepat guna. Mulai dari makanan, perlengkapan bayi, perlengkapan ibadah, sampai relawan medis,” ujarnya.
Kebutuhan kesehatan menjadi isu pertama yang disorotnya. Banyak warga mengeluhkan kondisi fisik yang melemah setelah beberapa hari di pengungsian. Sebagian anak-anak mulai mengalami sakit demam dan batuk akibat kelembapan tenda. Mendengar situasi tersebut, Khofifah langsung menginstruksikan agar relawan medis Jatim diberangkatkan dalam waktu dekat.
“Tidak boleh ada jeda. Kesehatan pengungsi harus diprioritaskan,” katanya.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menyampaikan bahwa bencana kali ini meninggalkan kerusakan cukup luas. Selain 27 korban meninggal, ribuan rumah warga rusak dan sebagian akses jalan masih terputus. “Kami masih dalam tahap pemulihan awal. Bantuan Jatim sangat berarti,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Jatim Adhy Karyono menegaskan bahwa BPBD Jatim menambah suplai logistik untuk memenuhi kebutuhan harian pengungsi. “Kami memperbanyak stok makanan siap saji dan air bersih. Kebutuhan harian ini mendesak,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Jawa Timur juga memperkuat dukungan spiritual. Sholat gaib digelar secara serentak di sejumlah daerah di Jatim sebagai bentuk solidaritas. “Kami ingin masyarakat Aceh tahu bahwa doa kami tidak putus,” ujar Khofifah.
Di salah satu tenda, seorang pengungsi bernama Sabri (55) menceritakan bagaimana ia menyelamatkan keluarga saat air bah datang tiba-tiba. “Kami hanya membawa pakaian yang sempat diraih. Semua hilang,” ucapnya.
Kepada para pengungsi, Khofifah memberi dorongan moral agar tetap kuat dan tidak kehilangan harapan. “Bangkit dari bencana adalah perjalanan panjang. Tapi percayalah, Anda tidak sendiri,” katanya.
Dalam kunjungannya, ia juga mengevaluasi kesiapan dapur umum yang dikelola BPBD dan relawan lokal. Ia meminta agar distribusi makanan diperluas untuk mencegah kerumunan dan memastikan kelompok rentan mendapatkan prioritas.
“Kami ingin memastikan nutrisi warga terpenuhi. Hal ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh,” kata Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi Widiani.
Pada akhir kunjungan, Khofifah kembali menegaskan bahwa hubungan Jawa Timur dan Aceh berjalan atas dasar kemanusiaan. “Kami datang sebagai saudara. Selama Aceh membutuhkan, Jawa Timur siap membantu,” ujarnya.
Lainnya:
- Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut
- 230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa
- Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








