BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Revitalisasi Pasar Banyuwangi hampir rampung dengan progres mencapai 95 persen. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menyiapkan penataan pedagang dan sistem pengelolaan baru agar pasar tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi, tetapi juga menjadi destinasi wisata yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
Langkah awal dilakukan melalui sosialisasi kepada pedagang, khususnya di zona basah seperti penjual daging, ikan, sayur, dan buah. Kegiatan ini digelar di Gedung Juang 45 Banyuwangi, Rabu (15/4/2026), sebagai bagian dari persiapan sebelum pasar resmi dioperasikan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, menjelaskan perubahan konsep pasar menjadi lebih modern merupakan upaya meningkatkan daya tarik sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Konsep yang baru ini, harapan kami akan berdampak positif pada para pedagang. Pasar menjadi jujugan warga dan wisatawan Banyuwangi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasar akan dilengkapi zona basah, zona kering, area kuliner, hingga ruang event dan festival. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan, memperpanjang waktu tinggal wisatawan, dan membuka peluang usaha baru.
Dari sisi pelayanan publik, pembenahan ini juga menyasar aspek kebersihan, higienitas, serta kenyamanan pengunjung. Pedagang didorong beradaptasi dengan standar baru agar kualitas layanan meningkat dan kepercayaan konsumen terjaga.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviatie, mengatakan meski pembangunan hampir selesai, pasar belum bisa langsung digunakan. Saat ini masih menunggu proses finalisasi dan serah terima aset dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“Sebelum diserahterimakan, akan dilakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada kekurangan. Kami juga terus mendorong percepatan agar pedagang bisa segera menempati,” katanya.
Sebanyak 801 los telah disiapkan sesuai jumlah pedagang lama. Penempatan akan dilakukan melalui sistem undian berbasis zona untuk menjaga keadilan dan keteraturan.
Bagi pedagang, revitalisasi ini membawa harapan baru. Fasilitas yang lebih lengkap, akses lebih luas, dan konsep pasar modern dinilai berpotensi meningkatkan omzet.
“Semoga pengunjung semakin banyak dan dagangan kami lebih laku,” ujar Lutfi, pedagang ayam.
Ketua Paguyuban Pedagang dan PKL Pasar Banyuwangi, Sudirman, menambahkan meski sempat ada kekhawatiran soal ukuran los, pihaknya kini memahami standar yang diterapkan pemerintah.
“Selama konsep ini dijalankan dengan baik, kami yakin pasar akan lebih hidup dan menarik lebih banyak pembeli,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar