Ribuan Hektare Sawah di Indramayu Terancam Kekeringan, Petani Khawatir Gagal Panen

Selasa, 7 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi tanaman padi di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, mulai mengering akibat kekurangan pasokan air, Senin (6/7/2026). Petani khawatir tanaman terancam gagal panen. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kondisi tanaman padi di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, mulai mengering akibat kekurangan pasokan air, Senin (6/7/2026). Petani khawatir tanaman terancam gagal panen. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Kekeringan mulai mengancam areal persawahan di Kabupaten Indramayu. Tanaman padi yang baru berusia satu hingga dua bulan di sejumlah wilayah dilaporkan mulai mengering akibat minimnya pasokan air, sehingga memunculkan kekhawatiran petani terhadap potensi gagal panen atau puso.

Kondisi tersebut terpantau di Desa Sukamelang dan Desa Kroya, Kecamatan Kroya. Sawah yang sebelumnya ditanami padi kini mulai kehilangan kelembapan, bahkan di sejumlah titik tanah terlihat retak karena tidak lagi mendapat aliran air.

Kepala UPTD Ketahanan Pangan dan Pertanian Kecamatan Gabuswetan, Triyono, menjelaskan sekitar 15 persen lahan pertanian di Kecamatan Kroya tidak ditanami padi pada musim ini karena tidak tersedia pasokan air. Wilayah pertanian di kecamatan tersebut memiliki luas sekitar 10.400 hektare dan sebagian besar mengandalkan curah hujan serta sumur bor sebagai sumber irigasi.

Menurut Triyono, lahan pertanian tadah hujan menjadi kawasan yang paling rentan terdampak saat musim kemarau. Ketergantungan terhadap hujan membuat tanaman padi berisiko mengalami kekeringan apabila pasokan air tidak segera terpenuhi.

Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Kroya, Karimin, menyebut kondisi tanaman padi di wilayahnya saat ini berada dalam kategori waspada. Di masing-masing desa terdapat sekitar 300 hektare lahan yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi terdampak kekeringan.

Di lapangan, petani mulai merasakan dampak berkurangnya pasokan air. Hery, petani asal Desa Sukamelang, mengatakan sawah yang baru ditanami padi sudah mulai mengering sehingga tanaman terancam tidak dapat tumbuh optimal.

“Tanaman padi baru berumur satu bulan, kondisi sawah sudah tidak terairi air sehingga tanaman padi ini terancam mati,” kata Hery.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menyelamatkan tanaman padi yang sudah terlanjur ditanam. Menurutnya, percepatan pelaksanaan program irigasi perpompaan (Irpom) dan optimalisasi lahan (Oplah) sangat dibutuhkan agar kerugian petani dapat ditekan.

“Melihat ancaman kerugian ekonomi yang nyata di depan mata, kami berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu segera merealisasikan program Irpom dan Oplah agar sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian petani dapat diselamatkan,” pungkasnya.

Penulis : Jayas

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan
Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:21

Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya

Berita Terbaru