INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Kekeringan mulai mengancam areal persawahan di Kabupaten Indramayu. Tanaman padi yang baru berusia satu hingga dua bulan di sejumlah wilayah dilaporkan mulai mengering akibat minimnya pasokan air, sehingga memunculkan kekhawatiran petani terhadap potensi gagal panen atau puso.
Kondisi tersebut terpantau di Desa Sukamelang dan Desa Kroya, Kecamatan Kroya. Sawah yang sebelumnya ditanami padi kini mulai kehilangan kelembapan, bahkan di sejumlah titik tanah terlihat retak karena tidak lagi mendapat aliran air.
Kepala UPTD Ketahanan Pangan dan Pertanian Kecamatan Gabuswetan, Triyono, menjelaskan sekitar 15 persen lahan pertanian di Kecamatan Kroya tidak ditanami padi pada musim ini karena tidak tersedia pasokan air. Wilayah pertanian di kecamatan tersebut memiliki luas sekitar 10.400 hektare dan sebagian besar mengandalkan curah hujan serta sumur bor sebagai sumber irigasi.
Menurut Triyono, lahan pertanian tadah hujan menjadi kawasan yang paling rentan terdampak saat musim kemarau. Ketergantungan terhadap hujan membuat tanaman padi berisiko mengalami kekeringan apabila pasokan air tidak segera terpenuhi.
Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Kroya, Karimin, menyebut kondisi tanaman padi di wilayahnya saat ini berada dalam kategori waspada. Di masing-masing desa terdapat sekitar 300 hektare lahan yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi terdampak kekeringan.
Di lapangan, petani mulai merasakan dampak berkurangnya pasokan air. Hery, petani asal Desa Sukamelang, mengatakan sawah yang baru ditanami padi sudah mulai mengering sehingga tanaman terancam tidak dapat tumbuh optimal.
“Tanaman padi baru berumur satu bulan, kondisi sawah sudah tidak terairi air sehingga tanaman padi ini terancam mati,” kata Hery.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menyelamatkan tanaman padi yang sudah terlanjur ditanam. Menurutnya, percepatan pelaksanaan program irigasi perpompaan (Irpom) dan optimalisasi lahan (Oplah) sangat dibutuhkan agar kerugian petani dapat ditekan.
“Melihat ancaman kerugian ekonomi yang nyata di depan mata, kami berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu segera merealisasikan program Irpom dan Oplah agar sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian petani dapat diselamatkan,” pungkasnya.
Penulis : Jayas
Editor : Zainul Arifin


















Komentar