LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Agung Lamongan saat mengikuti kegiatan Ngaji Bareng bersama Gus Iqdam pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Minggu (15/3). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan tersebut menjadi momentum doa bersama untuk keberkahan daerah serta memperkuat spiritualitas masyarakat.
Pengajian akbar ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan rutin di bulan suci, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memanjatkan doa bagi kemajuan Lamongan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
Sejak sore hari, ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Lamongan telah berdatangan ke Masjid Agung Lamongan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiyah dari Gus Iqdam yang dikenal dengan gaya dakwah santai namun penuh pesan moral.
Pengajian akbar ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang diinisiasi Pemkab Lamongan. Selain memperkuat ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul, memperdalam pemahaman agama, serta memperbanyak doa bersama.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turut hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Kehadiran ribuan jamaah menunjukkan besarnya semangat masyarakat Lamongan dalam menyambut malam-malam penuh keberkahan di penghujung Ramadan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, menyampaikan apresiasi kepada Gus Iqdam yang telah berkenan hadir memberikan tausiyah kepada masyarakat Lamongan.
“Terima kasih Gus Iqdam yang di sepuluh hari terakhir Ramadan ini telah memberikan motivasi sekaligus menghadirkan keberkahan bagi masyarakat Lamongan,” ujar Pak Yes di hadapan para jamaah.
Ia menegaskan bahwa kegiatan pengajian akbar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat doa dan harapan bersama bagi kemajuan daerah.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa menyelenggarakan pengajian akbar bersama seluruh jamaah. Kita berdoa bersama agar Lamongan senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari bencana, serta menyongsong Lamongan yang lebih megilan,” ungkapnya.
Menurut Pak Yes, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki makna penting tidak hanya dalam meningkatkan kualitas ibadah masyarakat selama Ramadan, tetapi juga sebagai ikhtiar batin dalam menghadapi berbagai persoalan sosial maupun bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah.
Ia juga menyampaikan harapan agar kondisi cuaca ke depan semakin bersahabat sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik, terutama di beberapa wilayah yang sebelumnya terdampak banjir.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak masyarakat menjadikan kegiatan ngaji bersama sebagai sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Apalagi saat ini ada sebagian wilayah yang sedang dilanda banjir. Salah satu ikhtiar kita dalam menghadapi berbagai persoalan adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak doa kepada Sang Pencipta,” ujar Gus Iqdam.
Ia juga mengingatkan jamaah agar memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah, doa, dan introspeksi diri agar dapat meraih keberkahan serta kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Kegiatan Ngaji Bareng tersebut berlangsung khidmat hingga akhir acara, dengan ribuan jamaah mengikuti tausiyah dan doa bersama sebagai harapan agar Lamongan senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, serta kemajuan di masa mendatang.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar