SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Antusiasme warga menghadiri riyayan Idul Fitri 1447 H di kediaman Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Jemursari, Surabaya, tetap tinggi hingga hari terakhir, Senin (23/3). Sejak pagi, ribuan warga dari berbagai daerah memadati lokasi untuk bersilaturahmi langsung.
Kehadiran masyarakat ini menjadi potret kuatnya tradisi kebersamaan antara pemimpin dan warga, sekaligus momentum mempererat hubungan sosial di momen Lebaran.
Warga tampak tertib mengantre untuk bersalaman dengan Gubernur Khofifah. Banyak di antaranya datang bersama keluarga, termasuk anak-anak yang turut memeriahkan suasana dengan penampilan sederhana di hadapan pengunjung.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Khofifah menyapa warga satu per satu dengan ramah, bahkan melayani permintaan swafoto sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat.
Selain bersilaturahmi, warga juga menikmati beragam hidangan yang disediakan, mulai dari soto ayam, bakso, hingga nasi goreng. Menariknya, seluruh sajian berasal dari pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di sekitar kawasan Jemursari.
“Matur suwun atas kerawuhannya, selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Khofifah kepada warga.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi upaya memberdayakan ekonomi lokal. “Sambil silaturahim, kita juga ‘nglarisi’ dagangan UMKM dan berbagi rezeki,” imbuhnya.
Tradisi riyayan ini dinilai memiliki dampak sosial yang kuat, tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal. Kehadiran ribuan warga menunjukkan tingginya kepercayaan publik sekaligus harapan akan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Bagi warga, momen ini menjadi kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan pemimpin daerah. Seperti diungkapkan Andiah, warga Bendul Merisi, yang mengaku baru pertama kali hadir setelah mudik.
“Alhamdulillah senang sekali, semoga tahun depan bisa silaturahim lagi,” ujarnya. Senada, warga lain berharap tradisi ini terus berlanjut sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Jawa Timur yang lebih sejahtera.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar