RS Anna Medika Bangkalan Klarifikasi Isu Bayi, Akui Miskomunikasi Pelayanan

Sabtu, 3 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Humas dan manajemen RS Anna Medika Bangkalan saat menyampaikan klarifikasi terkait isu pelayanan pasien bayi kepada awak media. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Humas dan manajemen RS Anna Medika Bangkalan saat menyampaikan klarifikasi terkait isu pelayanan pasien bayi kepada awak media. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Manajemen Rumah Sakit Anna Medika Bangkalan memberikan klarifikasi resmi atas polemik pelayanan terhadap bayi berusia 10 bulan yang sempat menyita perhatian publik. Pihak rumah sakit menegaskan tidak pernah menolak pasien, melainkan terjadi miskomunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien di tengah situasi darurat yang memicu kepanikan.

Humas RS Anna Medika Bangkalan, Bachtiar Pradinata, menjelaskan bahwa bayi tersebut pertama kali dibawa ke Instalasi Gawat Darurat dalam kondisi sakit. Keluarga pasien menghendaki perawatan intensif dan rawat inap. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis, dokter yang bertugas menilai kondisi bayi belum memenuhi indikasi untuk dirawat inap.

“Berdasarkan hasil diagnosis awal, pasien masih dapat ditangani melalui rawat jalan dengan pemberian obat sesuai resep dokter,” kata Bachtiar, Sabtu (3/1).

Menurut dia, obat yang diberikan membutuhkan waktu untuk menunjukkan reaksi. Karena belum terlihat perbaikan signifikan, keluarga kembali membawa bayi tersebut ke RS Anna Medika dan ditangani oleh dokter berbeda. Hasil pemeriksaan lanjutan tetap menyimpulkan bahwa kondisi pasien belum memerlukan rawat inap.

Manajemen rumah sakit kemudian menyarankan agar pasien ditangani langsung oleh dokter spesialis anak guna memastikan penanganan yang lebih komprehensif. Setelah mendapat perawatan lanjutan dari dokter spesialis dan pemberian obat tambahan, kondisi bayi berangsur membaik.

“Alhamdulillah, dalam beberapa jam setelah ditangani dokter spesialis anak, kondisi bayi menunjukkan perbaikan dan hingga saat ini dalam keadaan stabil,” ujar Bachtiar.

Ia menegaskan, isu yang berkembang di masyarakat bukan disebabkan penolakan pasien karena alasan administrasi atau fasilitas, melainkan perbedaan persepsi antara pihak keluarga dan tenaga medis dalam situasi darurat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan terus melakukan evaluasi agar komunikasi dengan keluarga pasien semakin baik,” katanya.

Klarifikasi ini disampaikan dalam pertemuan terbuka yang dihadiri manajemen RS Anna Medika, perwakilan keluarga pasien, serta awak media sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Penulis : Lan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru