BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan menutup akhir tahun 2025 dengan kegiatan bernuansa religius berupa khotmil Qur’an dan shalat tasbih. Kegiatan ini digelar di Kantor PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan, Rabu (31/12/2025), sebagai bentuk refleksi akhir tahun sekaligus ikhtiar spiritual menyongsong tantangan pembangunan di tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bangkalan, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, serta jajaran manajemen dan seluruh pegawai PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, agenda ini juga dimaknai sebagai momentum memperkuat etos kerja dan tanggung jawab pelayanan publik, khususnya di sektor penyediaan air bersih.
Direktur PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan, Shobirin Hasan, S.E., MBA, menjelaskan bahwa khotmil Qur’an dan shalat tasbih merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan menjelang pergantian tahun. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang evaluasi batin sekaligus ungkapan rasa syukur atas capaian yang telah diraih selama satu tahun terakhir.
“Ini merupakan kegiatan rutin PUDAM setiap akhir tahun sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang telah kami lalui, sekaligus memohon doa agar amanah dan tanggung jawab ke depan dapat dijalankan dengan lebih baik dan penuh keberkahan,” ujar Shobirin Hasan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bangkalan memberikan arahan dan pembinaan kepada seluruh pegawai PUDAM. Ia menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar dan sumber kehidupan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga kualitas pelayanan air bersih harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Air adalah sumber kehidupan. Pelayanan air bersih memiliki peran yang sangat strategis dan tidak boleh berhenti pada rutinitas administratif. PUDAM harus terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas jangkauan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara,” tegas Bupati.
Bupati juga menyoroti cakupan layanan PUDAM Bangkalan yang saat ini masih berada di kisaran 12 persen. Ia mendorong agar ke depan dilakukan perencanaan pengembangan layanan yang lebih matang, terukur, dan berbasis data lapangan, termasuk pemetaan potensi sumber air dan wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses.
“Saya berharap PUDAM melakukan survei menyeluruh, memetakan kebutuhan riil masyarakat, serta menyusun langkah pengembangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui refleksi akhir tahun ini, Pemkab Bangkalan berharap nilai-nilai spiritual yang terbangun dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam penyediaan air bersih yang adil dan berkelanjutan di tahun 2026.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








