RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram Jalankan Misi Kemanusiaan Lewat Evakuasi Medis Udara

Selasa, 28 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas medis RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram bersama tim aviasi mengevakuasi pasien menggunakan layanan penerbangan medis (MedEvac) dari Bandara Internasional Lombok menuju rumah sakit rujukan, Sabtu (25/10/2025). (Dok. RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram)

Petugas medis RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram bersama tim aviasi mengevakuasi pasien menggunakan layanan penerbangan medis (MedEvac) dari Bandara Internasional Lombok menuju rumah sakit rujukan, Sabtu (25/10/2025). (Dok. RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram)

MATARAM, RadarBangsa.co.id — RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram kembali menorehkan kiprah kemanusiaan dengan menggelar layanan evakuasi medis udara (Medical Evacuation/MedEvac) dari Bandara Internasional Lombok, Sabtu (25/10/2025). Misi ini menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit daerah tersebut dalam memastikan keselamatan pasien lintas daerah bahkan lintas negara.

Evakuasi medis ini melibatkan koordinasi lintas sektor yang ketat dan terukur mulai dari tim medis rumah sakit asal, tenaga perawat, dokter pendamping, kru ambulans, hingga pihak aviasi dari perusahaan penerbangan dan petugas bandara di lokasi keberangkatan maupun tujuan. Semua pihak bekerja dalam satu kesatuan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan.

Direktur Umum RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp.FER., M.Kes., M.Sc., menyampaikan bahwa misi kemanusiaan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis rumah sakit, tetapi juga kepedulian yang melampaui batas ruang rawat.

“Evakuasi Medis Udara ini merupakan program unggulan kami yang sudah berjalan sejak 2017. Kami ingin menunjukkan bahwa RSUD H. Moh. Ruslan tidak hanya hadir di gedung rumah sakit, tetapi juga di setiap situasi darurat yang membutuhkan respon cepat. Ini bagian dari semangat kami untuk menjemput keselamatan,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Eka menambahkan, setiap proses evakuasi medis memerlukan persiapan matang, mulai dari stabilisasi kondisi pasien, penyiapan peralatan medis portabel, hingga pengaturan jalur penerbangan yang aman dan efisien. “Alhamdulillah seluruh tahapan berjalan lancar dan pasien sudah bisa mendapatkan penanganan lanjutan. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bertugas dengan sepenuh hati,” ucapnya.

Sementara itu, dokter spesialis kedokteran penerbangan RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Dasti Anditiarina, Sp.K.P., menjelaskan secara rinci mekanisme program MedEvac ini. Menurutnya, proses dimulai ketika dokter penanggung jawab pasien (DPJP) mengajukan rujukan karena kondisi pasien tidak memungkinkan dirawat di RSUD Ruslan atau membutuhkan fasilitas lanjutan di luar Lombok.

“Setelah ada permintaan dari DPJP, kami melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan apakah pasien layak terbang. Asesmen ini penting karena setiap kondisi medis memiliki risiko yang berbeda selama penerbangan,” terang Dasti.

Jika pasien dinyatakan layak terbang, dokter Sp.K.P. akan menentukan armada udara yang paling sesuai baik ambulans udara (charter flight) maupun penerbangan komersial. “Kami menyesuaikan dengan kebutuhan medis pasien, termasuk ketersediaan peralatan dan pendampingan tenaga medis selama perjalanan,” jelasnya.

Koordinasi kemudian dilakukan dengan pihak maskapai penerbangan, bandara asal, dan bandara tujuan. Dokter Sp.K.P. juga menghubungi rumah sakit rujukan untuk memastikan kesiapan penerimaan pasien begitu tiba.

“Setelah semuanya siap, pasien diantar dari RSUD Ruslan menggunakan ambulans menuju bandara. Di lokasi tujuan, pasien kembali dijemput ambulans dan langsung dibawa ke rumah sakit penerima,” tambah Dasti.

Layanan evakuasi medis udara RSUD H. Moh. Ruslan memiliki jangkauan luas, tidak hanya antarwilayah di Indonesia, tetapi juga bisa mencakup evakuasi antarnegara. Meskipun rumah sakit belum memiliki kerja sama tetap dengan maskapai tertentu, koordinasi fleksibel memungkinkan layanan ini tetap dapat diaktifkan kapan saja dibutuhkan.

Dengan sistem yang terintegrasi dan kesiapan tenaga profesional, RSUD H. Moh. Ruslan menegaskan perannya sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya fokus pada pelayanan di darat, tetapi juga di udara membawa harapan dan keselamatan bagi pasien di seluruh Nusantara.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru