MATARAM, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Mataram memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber melalui program Tempah Dedoro di tengah kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) yang hampir penuh. Dukungan konkret datang dari RSUD HMR Kota Mataram dengan mengintensifkan edukasi waktu penguraian sampah serta pengolahan organik secara mandiri di lingkungan rumah sakit.
Direktur Utama RSUD HMR Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan respons atas krisis pengelolaan sampah yang dihadapi Kota Mataram. Program Tempah Dedoro Tempat Pembuangan Sampah Terpadu berbasis Reduce, Reuse, Recycle dan olah mandiri digagas untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
“Wali Kota menegaskan persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani secara parsial dan hanya dibebankan pada OPD teknis. Pengelolaan harus dimulai dari sumber dan melibatkan semua pihak,” ujarnya.
Secara kronologis, RSUD HMR memulai dengan edukasi kepada pegawai dan masyarakat mengenai lamanya waktu penguraian berbagai jenis sampah. Langkah ini bertujuan membangun kesadaran bahwa pembuangan sampah sembarangan berdampak jangka panjang terhadap lingkungan.
Di sisi operasional, rumah sakit melakukan pengumpulan rutin sampah daun di area halaman. Sampah organik tersebut dibawa ke lokasi Tempah Dedoro di rumah singgah untuk diolah. Petugas sanitasi menyiapkan larutan mikroorganisme EM4 guna mempercepat proses dekomposisi. Daun dan limbah organik dimasukkan ke wadah khusus, lalu disiram EM4 agar penguraian berlangsung optimal.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menghentikan pengoperasian TPA tertentu dan mendorong daerah lebih kreatif serta mandiri dalam pengelolaan sampah. Pendekatan ekonomi sirkular menjadi salah satu target, yakni mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat.
Menurut dr. Eka, tujuan utama Tempah Dedoro adalah memastikan pengelolaan sampah organik berjalan efektif, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mengurangi beban TPA.
“Jika pengelolaan dimulai dari sumbernya, dampaknya akan signifikan bagi lingkungan dan keberlanjutan kota,” pungkasnya
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar