MATARAM, RadarBangsa.co.id – Menjelang bulan Ramadan, RSUD HMR Kota Mataram menyiapkan layanan komprehensif bagi ibu hamil guna memastikan kesehatan ibu dan janin tetap optimal saat menjalani ibadah puasa. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan ibu dan anak yang aman, terukur, dan berbasis konsultasi medis.
Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (KFER) Nusa Tenggara Barat, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., menjelaskan bahwa ibu hamil dengan kondisi sehat dan kehamilan normal tetap membutuhkan asupan nutrisi serta cairan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan janin.
“Ibu hamil memerlukan nutrisi optimal setiap hari. Puasa memang pada prinsipnya hanya menggeser pola makan dari siang ke malam, tetapi potensi dehidrasi tetap harus diwaspadai,” ujarnya saat dikonfirmasi di Mataram, Jumat.
Menurut dr. Eka, selama kehamilan kebutuhan cairan meningkat karena tubuh ibu bekerja lebih keras untuk menunjang perkembangan bayi. Kekurangan cairan dapat memicu lemas, pusing, hingga kontraksi dini pada kondisi tertentu.
Karena itu, keputusan untuk berpuasa harus melalui konsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Di RSUD HMR, layanan yang tersedia mencakup poli kandungan, ruang bersalin (VK), serta fasilitas pusat layanan ibu dan anak yang kini terintegrasi di gedung RSUD H. Moh. Ruslan.
“Pemeriksaan rutin penting untuk memastikan kondisi ibu dan janin stabil. Jika ada riwayat komplikasi atau keluhan tertentu, sebaiknya tidak memaksakan diri berpuasa,” tegasnya.
Bagi ibu hamil yang tetap memilih berpuasa, dr. Eka merekomendasikan sejumlah langkah preventif. Pertama, memastikan asupan gizi seimbang saat sahur dan berbuka, termasuk protein, zat besi, asam folat, serta cairan yang cukup. Kedua, menghindari aktivitas fisik berat terutama pada cuaca panas. Ketiga, segera memeriksakan diri jika muncul tanda-tanda seperti pusing berlebihan, mual hebat, penurunan gerak janin, atau kontraksi tidak normal.
RSUD HMR juga memperkuat edukasi publik melalui kanal media sosial resmi rumah sakit sebagai bagian dari komitmen pelayanan kesehatan berbasis informasi. Edukasi ini dinilai penting karena setiap kondisi kehamilan bersifat individual dan tidak dapat disamaratakan.
“Pada dasarnya, berpuasa bisa aman jika kondisi ibu dan janin sehat serta berada dalam pengawasan dokter. Namun, keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama,” pungkas dr. Eka.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar