Rumah di Ngadirojo Pacitan Diduga Jadi Gudang Miras, Warga Soroti Aparat

Kamis, 16 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Botol Miras Senin (13/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Puluhan Botol Miras Senin (13/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PACITAN, RadarBangsa.co.id – Dugaan penjualan miras ilegal secara bebas di sebuah rumah warga di Desa Wonosobo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, memicu keresahan masyarakat. Aktivitas yang disebut berlangsung selama bertahun-tahun itu dinilai meresahkan karena berada di tengah permukiman padat penduduk.

Warga meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan. Mereka khawatir peredaran minuman keras tanpa pengawasan dapat memicu gangguan keamanan dan dampak sosial di lingkungan sekitar.

Informasi mengenai dugaan penjualan miras itu pertama kali mencuat dari laporan warga. Rumah yang disebut milik seseorang berinisial OP diduga melayani penjualan dalam jumlah grosir maupun eceran.

Sejumlah warga menyebut aktivitas tersebut bukan kejadian baru. Namun hingga kini, belum terlihat tindakan tegas dari pihak berwenang. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat soal efektivitas pengawasan di wilayah tersebut.

“Sudah lama sekali itu jualan miras. Tapi belum pernah ditindak,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Saat dikonfirmasi wartawan, pemilik rumah yang disebut dalam laporan itu belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi dilakukan untuk memastikan kebenaran tudingan yang beredar di masyarakat.

Kepala Desa Wonosobo, Agus, membenarkan bahwa yang bersangkutan pernah berurusan dengan aparat dan sempat meminta surat rekomendasi kepada pemerintah desa.

“Dulu yang bersangkutan pernah meminta surat rekomendasi ke desa dengan janji tidak menjual miras lagi. Setelah itu kami tidak tahu apakah masih mengedarkan atau tidak,” ujar Agus, Senin (13/4/2026).

Peredaran miras tanpa izin kerap menjadi perhatian publik karena berpotensi memicu tindak kriminal, keributan, hingga gangguan ketertiban umum. Jika benar terjadi di kawasan permukiman, pemerintah daerah dinilai perlu segera melakukan pengecekan lapangan dan penegakan aturan.

Selain aspek hukum, kasus ini juga menyangkut rasa aman warga. Lambannya respons dikhawatirkan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pengawasan pemerintah dan aparat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Satpol PP Pacitan maupun Polres Pacitan. Warga berharap pemeriksaan segera dilakukan agar polemik dugaan miras ilegal ini tidak terus berlarut dan menimbulkan dampak lebih luas.

Penulis : Yuan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru