“Sampah Jadi Berkah”, Diplomasi Hijau dari Kendal untuk Dunia

Selasa, 7 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Siapa sangka urusan sampah bisa menjadi jembatan diplomasi? Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), bersama Pemerintah Kabupaten Kendal dan sejumlah mitra strategis, membuktikan hal itu lewat lokakarya bertajuk “Sampah Jadi Berkah Inovasi dalam Pengolahan Sampah” yang digelar di Gedung Abdi Praja, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Final Project Sesparlu Angkatan 77 dan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II ini menghadirkan lebih dari 150 peserta lintas sektor — mulai dari pemerintah daerah, sekolah Adiwiyata, komunitas lingkungan, hingga mitra internasional. Tujuannya jelas: mencari cara baru menjadikan sampah bukan sekadar limbah, tapi sumber nilai ekonomi dan sosial.

“Diplomasi tidak hanya hadir di forum global, tetapi juga harus menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, termasuk dalam isu pengelolaan sampah,”ujarnya.

Plt. Direktur Sesparlu Kemlu, Tubagus Edwin Suchranudin.

Melalui lokakarya ini, Kemlu berupaya menunjukkan wujud nyata “diplomasi pembangunan”, yakni diplomasi yang berdampak langsung bagi masyarakat — dari kebijakan hingga pengelolaan lingkungan di tingkat lokal.

Beragam narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kendal, organisasi Gita Pertiwi, serta kalangan akademisi, turut memperkaya diskusi.

Topik yang diangkat mulai dari pengurangan food loss and waste, larangan pembuangan sampah terbuka (anti open dumping), hingga inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Aris, menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya urusan kebersihan, tapi juga ekonomi.

“Bank sampah dan praktik daur ulang dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi beban lingkungan,” ujarnya.

Selain memperkuat kapasitas lokal, kegiatan ini juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular — sistem di mana limbah diolah kembali menjadi sumber daya bernilai guna, mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Melalui lokakarya ini, Kendal diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang mampu mengelola sampah secara efisien, transparan, dan berkelanjutan — sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong diplomasi hijau di tingkat global.

 

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Berita Terbaru