TUBAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp8.358.950.000 kepada masyarakat Kabupaten Tuban dalam rangkaian program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Kamis (5/3). Bantuan tersebut diserahkan di Pendopo Kridho Manunggal sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat rentan.
Program ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan bantuan sosial tersalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya pada momentum Ramadan yang identik dengan penguatan solidaritas sosial.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga daya tahan sosial ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Ini adalah proses Sapa Bansos Amaliyah Ramadan yang ke-10. Kita berharap seluruh proses distribusi bansos tepat sasaran dan tepat pemakaian. Ada bantuan yang diarahkan untuk penguatan modal usaha, tetapi ada juga yang bersifat charity bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Khofifah.
Total bantuan Rp8,35 miliar yang disalurkan kepada masyarakat Tuban berasal dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Timur serta dukungan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dari jumlah tersebut, porsi terbesar berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang menyalurkan bantuan sebesar Rp7.145.500.000 melalui berbagai program perlindungan sosial.
Bantuan tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp4.008.000.000 yang diberikan kepada 2.004 keluarga penerima manfaat. Selain itu, bantuan kemiskinan ekstrem sebesar Rp1.894.500.000 disalurkan kepada 1.263 jiwa yang masuk kategori masyarakat paling rentan secara ekonomi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas melalui program ASPD sebesar Rp561.600.000 kepada 156 penerima. Sementara itu, program KIP Putri Jawara diberikan sebesar Rp240.000.000 kepada 80 penerima, dan program KIP PPKS Jawara sebesar Rp66.000.000 disalurkan kepada 22 penerima manfaat.
Selain bantuan langsung kepada masyarakat, Pemprov Jatim juga memberikan dukungan operasional bagi pilar-pilar sosial yang selama ini terlibat dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat. Bantuan tersebut diberikan kepada SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan total nilai Rp375.400.000 untuk 188 penerima.
Sementara itu, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur disalurkan bantuan sebesar Rp348.450.000. Bantuan tersebut meliputi Program Desa Berdaya sebesar Rp100.000.000 untuk satu desa, Program Jatim Puspa sebesar Rp223.450.000 bagi tiga desa, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten sebesar Rp25.000.000.
Di sisi lain, dukungan pembangunan desa juga diberikan melalui bantuan keuangan desa yang disalurkan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dengan total Rp840.000.000.
Peran BUMD Jawa Timur juga terlihat dalam program ini melalui penyaluran zakat produktif sebesar Rp25.000.000 kepada 50 penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan usaha ekonomi masyarakat kecil.
Menurut Khofifah, berbagai bantuan yang diberikan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai bantuan sosial jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat.
“Seluruh bantuan ini adalah bagian dari ikhtiar Pemprov Jawa Timur untuk memastikan masyarakat rentan tetap terlindungi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mereka,” kata Khofifah.
Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat sinergi dalam mengintegrasikan berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat agar dampaknya lebih berkelanjutan.
“Kita punya banyak program bantuan sosial yang bisa dikolaborasikan dengan kabupaten/kota. Ini penting agar bantuan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga menjadi bantalan ekonomi sekaligus pengungkit bagi kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Tuban.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan tersebut sangat membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat Kabupaten Tuban. Bantuan yang diberikan hari ini tentu sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadan, di akhir acara Gubernur Khofifah juga menyerahkan 100 Al-Qur’an hadiah dari Kerajaan Arab Saudi kepada masyarakat Tuban sebagai dukungan terhadap kegiatan keagamaan di daerah tersebut.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar