SDN 13 Gresik Kekurangan Fasilitas, Ini Kata Anggota DPD RI Ning Lia Istifhama

Rabu, 19 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Komitmen terhadap pendidikan inklusi kembali mendapat sorotan setelah Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., mengunjungi UPT SDN 13 Gresik pada Rabu (19/11). Kehadiran perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menyoroti langsung berbagai dilema lapangan yang dihadapi sekolah rujukan pendidikan inklusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Gresik.

Begitu tiba, Ning Lia disambut alunan angklung yang dimainkan oleh para siswa kelas inklusi. Pertunjukan sederhana itu menjadi simbol bahwa potensi anak-anak istimewa tetap tumbuh ketika diberikan ruang belajar yang layak. Suasana hangat makin terasa saat Ning Lia berkeliling kelas, berbincang dengan para siswa, dan menyapa mereka satu per satu.

Dalam dialog tersebut, Ning Lia terlihat kagum terhadap kemampuan para siswa meski menghadapi berbagai keterbatasan. Ia berbicara dengan Keysha, seorang siswa tuna rungu, kemudian mendengarkan bahasa Inggris fasih dari Andra, salah satu siswa inklusi. Bahkan, ia dibuat tertarik mengetahui bahwa Arya, siswa lainnya, memiliki kanal YouTube pribadi dan aktif berkarya di rumah.

Momen mengharukan terjadi ketika salah satu siswa dengan polos bertanya, “Siapa Ning Lia dan apa pekerjaannya?” Kepada para siswa, ia menjelaskan dengan bahasa sederhana, “Ini adalah amanah yang dititipkan kepada saya selaku DPD RI. Tugas saya adalah sering terjun ke masyarakat untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengajak siswa mengulang hafalan Rukun Iman dan memperkenalkan kembali program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal, terutama bagi siswa dengan kebutuhan khusus.

Di hadapan komite sekolah dan paguyuban orang tua, Ning Lia menggarisbawahi besarnya tantangan yang dihadapi sekolah inklusi di daerah. Ia menyebut keterbatasan anggaran dan fasilitas membuat banyak anak tidak mendapatkan hak pendidikan yang semestinya.

“Kebutuhan pelayanan pendidikan harus memenuhi harapan orang tua. Namun, dari 28 pendaftar, hanya lima siswa ABK yang bisa diterima karena keterbatasan anggaran dan fasilitas,” tutur Ning Lia.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya terfokus pada aspek fisik seperti gedung atau infrastruktur jalan. Peningkatan kualitas SDM, terutama bagi kelompok rentan seperti ABK, harus menjadi prioritas yang sama pentingnya.

“Guru pendamping (GPK) di sini ada lima orang, namun mereka menghadapi kompleksitas tinggi karena setiap ABK memiliki kebutuhan berbeda-beda. Saya memohon kepada Bapak Presiden untuk mengkaji ulang kebijakan terkait ini demi pemenuhan hak pendidikan anak-anak istimewa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPT SDN 13 Gresik, Sri Endriana, M.Pd., menyampaikan keresahan terkait operasional sekolah inklusi. Ia mengaku beban sekolah semakin berat karena SDN 13 menjadi rujukan utama masyarakat yang ingin mendaftarkan anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kami adalah sekolah rujukan pendidikan inklusi. Karena keterbatasan sarana dan prasarana, kami hanya bisa menerima lima siswa ABK setiap tahun,” ujarnya.

Sri juga menilai pengalihan kewenangan dari Pemprov ke Pemkab mempersempit dukungan anggaran. Hal itu disebut berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan inklusi yang masih jauh dari ideal.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi
Pusat Riset Pesantren Jatim Diluncurkan, Khofifah Dorong Santri Melek Zaman

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46

Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya

Berita Terbaru