Sedekah Bumi di Sudipayung, Warga Doa Bersama agar Tanaman Terhindar Serangan Hama

Jumat, 12 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Warga Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menggelar tradisi sedekah bumi yang dirangkai dengan doa bersama pada Kamis (11/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi, keselamatan, dan rezeki yang telah diterima, sekaligus memohon perlindungan agar terhindar dari bencana maupun musibah pada masa tanam dan panen berikutnya. Selain itu, warga juga memanjatkan doa agar tanaman pertanian terhindar dari serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu produktivitas hasil panen.

Doa bersama dipimpin oleh KH Muchlis Musyaffa’ dan diikuti Kepala Desa Sudipayung Yusuf, perangkat desa, serta warga yang tampak antusias menghadiri acara tersebut.

Kepala Desa Sudipayung Yusuf mengatakan, sedekah bumi merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih terus dilestarikan oleh masyarakat desa.

“Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, keselamatan, dan rezeki yang diberikan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini kami juga memanjatkan doa agar musim tanam dan panen ke depan diberikan kelancaran, tanaman terhindar dari serangan hama, serta dijauhkan dari berbagai musibah yang dapat merugikan para petani,” kata Yusuf.

Menurut dia, sedekah bumi tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Usai doa bersama, warga mengikuti makan bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menjaga semangat guyub rukun di tengah masyarakat, khususnya kalangan petani.

Yusuf menjelaskan, tradisi sedekah bumi memiliki sejumlah makna penting bagi masyarakat Jawa. Selain sebagai ungkapan syukur atas karunia hasil bumi, tradisi itu juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur dan tokoh yang berjasa membangun serta menjaga desa.

“Sedekah bumi juga menjadi upaya melestarikan budaya warisan leluhur agar tetap dikenal oleh generasi muda dan tidak hilang seiring perkembangan zaman,” ujarnya.

Melalui doa yang dipanjatkan bersama, warga berharap Desa Sudipayung senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, hasil pertanian yang melimpah, tanaman yang terbebas dari serangan hama dan penyakit, serta dijauhkan dari bencana dan musibah yang dapat mengganggu aktivitas pertanian maupun kehidupan masyarakat secara umum.

Tradisi sedekah bumi hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Sudipayung sebagai simbol syukur, kebersamaan, dan pelestarian budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

 

Penulis : Tim

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru