Semarang Siaga! 760 Personel Dikerahkan, Puluhan Motor Langsung Disita

Minggu, 31 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polrestabes Semarang kerahkan 760 personel dalam razia gabungan skala besar antisipasi tawuran dan balap liar. Sabtu, 30 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Polrestabes Semarang kerahkan 760 personel dalam razia gabungan skala besar antisipasi tawuran dan balap liar. Sabtu, 30 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Ancaman tawuran, balap liar, hingga aksi kriminal jalanan yang melibatkan remaja membuat Polrestabes Semarang turun tangan lebih keras. Sabtu (30/5/2026) dini hari, aparat menggelar operasi gabungan skala besar dengan kekuatan 760 personel di sejumlah titik rawan Kota Semarang.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemetaan kerawanan yang dilakukan kepolisian menunjukkan aktivitas gangguan kamtibmas cenderung meningkat pada malam hingga menjelang pagi, terutama di akhir pekan dan hari libur. Pola itu dinilai berpotensi memicu bentrokan antarkelompok, kebut-kebutan di jalan, hingga tindak pidana dengan senjata tajam.

Operasi tersebut melibatkan personel Polrestabes Semarang, jajaran Polsek, BKO, serta unsur lintas instansi dari Kodim 0733/Kota Semarang, Denpom, dan Satpol PP Kota Semarang. Seluruh kekuatan dikerahkan untuk menyisir wilayah yang dibagi menjadi tujuh zona operasi, lalu dipusatkan ke tiga sektor utama: Zona Barat, Zona Selatan, dan Zona Timur.

Pola pengamanan dibuat dinamis. Personel digeser ke titik yang dianggap paling rawan agar pengawasan bisa lebih cepat dan responsif terhadap potensi gangguan di lapangan. Fokus utama operasi ini adalah membubarkan kelompok remaja yang berpotensi memicu keributan, memeriksa kendaraan bermotor, hingga menindak pelanggaran yang membahayakan pengguna jalan lain.

Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menegaskan operasi ini dirancang sebagai langkah pencegahan sekaligus penindakan. “Operasi ini kami laksanakan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya tawuran, balap liar, maupun tindak kriminal jalanan yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, aparat diminta bekerja dengan pendekatan yang terukur. “Seluruh personel telah diarahkan untuk bertindak profesional, humanis, dan terukur,” kata Kompol Riki.

Menurut dia, penanganan di lapangan tidak hanya menyasar pelanggaran berat. Petugas juga memberikan teguran dan edukasi kepada pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran ringan. “Fokus kami bukan hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warga Kota Semarang,” tegasnya.

Dalam operasi itu, petugas memeriksa kendaraan, identitas pengendara, dan kelompok-kelompok yang dicurigai berpotensi mengganggu keamanan. Sasaran utama penindakan meliputi kendaraan tidak sesuai standar, aksi ugal-ugalan, membawa penumpang melebihi kapasitas, hingga indikasi pengaruh minuman keras maupun narkotika.

Hasilnya, petugas mengamankan 43 unit sepeda motor. Rinciannya, 13 unit dari wilayah Semarang Barat dan 30 unit dari wilayah Semarang Tengah. Sejumlah kendaraan langsung dikenakan sanksi tilang, sementara lainnya dibawa ke Polsek karena tidak dilengkapi dokumen atau dimodifikasi tidak sesuai aturan, termasuk penggunaan knalpot brong.

Selain itu, 13 pengendara juga mendapat teguran langsung dari petugas. Langkah ini menunjukkan operasi tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga pembinaan agar pelanggaran serupa tidak kembali terjadi.

Kompol Riki menegaskan, penanganan kenakalan remaja tidak berhenti pada razia malam itu saja. Polrestabes Semarang menyiapkan pembinaan berkelanjutan bersama Pemerintah Kota Semarang dan berbagai elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren. “Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya represif, tetapi juga pembinaan,” katanya.

Ia menambahkan, remaja yang terjaring diharapkan mendapat pembinaan yang tepat agar tidak kembali terlibat pelanggaran. “Bagi remaja yang terjaring, kami dorong untuk mendapatkan pembinaan yang tepat agar tidak mengulangi perbuatannya dan dapat kembali menjalani aktivitas secara positif,” ujarnya.

Selama operasi berlangsung serentak di sejumlah titik, tidak ditemukan aksi tawuran maupun balap liar. Kehadiran aparat dalam jumlah besar disebut efektif menekan ruang gerak para pelaku yang selama ini kerap memanfaatkan malam akhir pekan untuk beraksi.

“Alhamdulillah, hasil operasi menunjukkan situasi tetap terkendali. Tidak ditemukan kejadian tawuran maupun balap liar selama kegiatan berlangsung,” kata Kompol Riki. Ia menilai, kehadiran aparat di lapangan mampu mencegah potensi gangguan sejak dini dan memberi rasa aman bagi warga.

Ia juga mengingatkan peran keluarga dalam mencegah remaja terlibat aksi berisiko. “Kami mengajak seluruh warga, khususnya para orang tua, untuk bersama-sama mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

Penulis : Bandi/Welly

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru