SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI yang juga Sekretaris MUI Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Musyawarah Daerah XI MUI Provinsi Jawa Timur yang digelar pada 26–27 Desember 2025 di Hotel Santika Gubeng, Surabaya. Forum strategis tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat relasi ulama dan umara demi kemaslahatan umat.
Musda XI MUI Jawa Timur mengusung tema “Memperkuat Sinergi Ulama–Umara untuk Kemaslahatan Umat”. Tema ini, menurut Lia Istifhama, merefleksikan kebutuhan nyata masyarakat Jawa Timur yang majemuk akan kepemimpinan yang selaras antara nilai keagamaan dan tata kelola pemerintahan. Kolaborasi tersebut dipandang krusial untuk menjaga stabilitas sosial, harmoni antarumat, serta keberlanjutan pembangunan berbasis nilai moral.
Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia menegaskan bahwa hubungan ulama dan umara di Jawa Timur selama ini terbangun dalam suasana yang kondusif. Ia menilai kondisi tersebut patut disyukuri karena menjadi fondasi penting dalam menjaga keteduhan kehidupan beragama dan persatuan masyarakat.
“Sebagai warga Jawa Timur sekaligus bagian dari keluarga besar MUI Jawa Timur, saya merasakan langsung bagaimana keharmonisan ulama dan umara terjaga dengan baik. Ini bukan sekadar wacana, tetapi tercermin dalam kebijakan dan program keumatan yang nyata,” ujar Lia Istifhama.
Politisi muda ini juga menyoroti peran aktif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung penguatan nilai-nilai religius. Menurutnya, perhatian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terhadap peran ulama telah membuka ruang dialog yang sehat antara pemerintah dan tokoh agama. Sinergi tersebut dinilai berkontribusi langsung terhadap terjaganya stabilitas sosial di Jawa Timur.
Selain itu, Lia Istifhama mengapresiasi kepemimpinan Ketua MUI Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah yang kembali terpilih. Ia menyebut kepemimpinan tersebut sebagai simbol kesinambungan peran ulama dalam merespons dinamika sosial tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keislaman.
Bagi Lia Istifhama, Musda MUI bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan. Forum ini merupakan ruang strategis bagi para ulama untuk bermusyawarah, melakukan evaluasi, serta merumuskan arah perjuangan MUI agar tetap relevan sebagai rujukan umat di tengah perubahan zaman.
“Musda adalah wadah konsolidasi moral dan intelektual ulama. Dari forum inilah lahir panduan keumatan yang diharapkan mampu menjawab tantangan sosial sekaligus menjaga persatuan bangsa,” katanya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








