Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Reformasi Penyelenggaraan Haji oleh Kemenhaj RI

Rabu, 28 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengikuti RDP Komite III bersama Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Selasa (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengikuti RDP Komite III bersama Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Selasa (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Senator DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama mengapresiasi langkah reformasi penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah RI, terutama terkait kebijakan kuota berbasis antrean, penguatan komando tunggal, dan peningkatan kualitas layanan jemaah.

Apresiasi tersebut disampaikan Lia Istifhama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III DPD RI bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) yang digelar di Kantor DPD RI, Jakarta. Rapat ini membahas evaluasi kebijakan serta kesiapan penyelenggaraan ibadah haji ke depan.

Dalam forum tersebut, Lia menilai kebijakan penyamarataan rata-rata masa tunggu antrean haji reguler menjadi 26,4 tahun di seluruh provinsi sebagai langkah progresif. Menurutnya, perubahan formula pembagian kuota yang kini berbasis jumlah antrean mampu mengurangi ketimpangan antarwilayah dan memberikan kepastian waktu tunggu yang lebih adil bagi calon jemaah.

“Penetapan kuota berbasis daftar tunggu merupakan langkah yang lebih adil dan mencerminkan pemerataan pelayanan antarwilayah, khususnya bagi daerah dengan antrean panjang,” ujar Lia.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut berdampak pada penyesuaian kuota di provinsi dengan jumlah pendaftar besar seperti Jawa Timur, sekaligus mendorong daerah lain agar mendekati rata-rata nasional. Pendekatan ini, menurutnya, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjunjung prinsip keadilan, transparansi, dan efisiensi penyelenggaraan haji.

Selain kebijakan kuota, Komite III DPD RI juga mengapresiasi penetapan Kemenhaj RI sebagai single command authority dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kebijakan ini dinilai penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan menghindari tumpang tindih kewenangan. Penggunaan dua syarikah pada musim haji 2026 juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas layanan serta meminimalkan persoalan teknis, termasuk pemisahan kloter jemaah.

“Dengan sistem komando tunggal dan pembatasan jumlah syarikah, kami berharap penyelenggaraan haji semakin tertib dan terkoordinasi,” kata Lia.

Dalam aspek pelayanan, Lia turut menyoroti urgensi penyempurnaan digitalisasi melalui integrasi Siskohat, Nusuk, dan e-Hajj. Ia juga mendorong penyederhanaan alur pemeriksaan kesehatan jemaah oleh tim medis kloter agar tidak menimbulkan kendala teknis yang berpotensi menghambat kelancaran ibadah haji 1447 Hijriah.

Terkait istithaah kesehatan, Lia mengapresiasi kebijakan Kemenhaj RI yang memastikan kondisi kesehatan calon jemaah sebelum tahap pelunasan. Ia menekankan pentingnya kejelasan peran rumah sakit pemerintah sebagai rumah sakit rujukan, mengingat kelengkapan fasilitas dan standar pemeriksaan yang dimiliki.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan bahwa pembagian kuota haji telah dikembalikan pada prinsip undang-undang. Dari sejumlah opsi formula, pemerintah memilih pendekatan berbasis jumlah antrean karena dinilai paling mencerminkan keadilan.

“Total antrean haji nasional sekitar 5,5 juta orang. Jawa Timur 1,3 juta, Jawa Tengah 900 ribu, dan Jawa Barat 800 ribu. Karena itu, pembagian kuota harus mencerminkan realitas tersebut,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Lia Istifhama menyatakan keyakinannya bahwa Kemenhaj RI terus bekerja nyata meningkatkan kualitas pelayanan haji. “Kami percaya pembenahan ini akan membawa penyelenggaraan haji yang semakin baik dan berkeadilan bagi seluruh jemaah,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru