Senator DPD RI Lia Istifhama Dorong Pemekaran Banyumasan

Sabtu, 22 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kunjungan PPUU DPD RI saat membahas pemekaran Banyumasan di DPRD Banyumas. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana kunjungan PPUU DPD RI saat membahas pemekaran Banyumasan di DPRD Banyumas. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PURWOKERTO,, RadarBangsa.co.id – Pembahasan pemekaran wilayah di Jawa Tengah kembali mencuat ke permukaan seiring kunjungan Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI ke DPRD Banyumas, Jumat (22/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, isu pembentukan Provinsi Banyumasan atau Jaringan Selatan Jawa (JASELA) mengemuka sebagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan kawasan selatan yang selama ini dinilai tertinggal dibanding wilayah utara dan tengah.

Ketua PPUU DPD RI Abdul Kholik menegaskan bahwa pemekaran Jawa Tengah merupakan bagian dari kewenangan konstitusional DPD dan perlu masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025. “Kawasan selatan membutuhkan percepatan layanan publik dan infrastruktur. Pemekaran bukan hanya perubahan administratif, tetapi upaya pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Senator Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyoroti pentingnya konektivitas sebagai penggerak ekonomi Banyumas. Ia menilai potensi perguruan tinggi, pusat perdagangan, dan sektor riil di Banyumas akan tumbuh signifikan bila didukung jaringan transportasi yang memadai. “Selatan Jawa Tengah tak boleh terus menjadi halaman belakang pembangunan. Tol Trans-Jawa harus menyentuh wilayah ini untuk membuka koridor ekonomi baru,” katanya.

Wakil Ketua PPUU Graal Taliawo menambahkan, rencana pemekaran harus dibarengi kesiapan birokrasi yang bersih dan berdaya saing. Sementara itu, anggota PPUU Sewitri menyoroti penurunan APBD Banyumas dari Rp4,1 triliun menjadi Rp3,79 triliun. Kondisi ini dinilai memperkuat urgensi pemekaran guna memastikan pelayanan publik tetap optimal.

Meski telah beberapa kali mencuat, wacana pemekaran masih terhambat moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB). Namun RPJPD Banyumas 2025–2045 secara eksplisit mencantumkan pemekaran sebagai arah pembangunan jangka panjang, termasuk skenario pembentukan Banyumas Barat dan Banyumas Kota.

Sejumlah struktur kelembagaan bahkan telah diperkirakan, mulai dari dua Pengadilan Agama, dua Pengadilan Negeri, hingga pembentukan Polresta. Indikasi ini menunjukkan kesiapan konsep sekaligus kuatnya aspirasi masyarakat selatan Jawa Tengah untuk memperoleh otonomi yang lebih proporsional.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru