Senator DPD RI Ning Lia Ingatkan Kenaikan PBB Jangan Sampai Timbulkan Chaos

Rabu, 20 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengenakan busana kuning saat mengikuti rapat bersama senator lainnya di kompleks parlemen. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengenakan busana kuning saat mengikuti rapat bersama senator lainnya di kompleks parlemen. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Lonjakan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah daerah menuai sorotan. Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengingatkan agar kebijakan fiskal itu tidak sampai memicu keresahan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, meminta kepala daerah lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan fiskal, terutama yang bersinggungan langsung dengan masyarakat kecil.

“Sosialisasi harus dilakukan secara utuh. Kita bicara soal kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Jangan sampai muncul chaos akibat low trust,” kata Lia, Kamis (20/8/2025).

Menurutnya, PBB bukan semata urusan fiskal, tetapi berkaitan dengan konsep ekonomi daerah yang berkeadilan. Lia menekankan pentingnya keseimbangan hubungan keuangan pusat dan daerah agar wilayah penghasil tidak merasa dirugikan.

“Jangan sampai ada daerah yang memiliki resources besar, tapi porsinya untuk pusat tinggi sementara untuk daerah rendah. Karena kekurangan PAD, daerah akhirnya mencari jalan lain dengan menaikkan PBB. Ini harus disikapi secara utuh dan bijak serta tidak menimbulkan kesenjangan,” jelasnya.

Lia juga menyinggung prinsip otonomi daerah berkeadilan yang selama ini digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, kebijakan fiskal seharusnya mendukung semangat otonomi yang aspiratif, bukan sebaliknya menambah beban rakyat.

“Presiden Prabowo sebagai pemimpin yang aspiratif sangat memahami pentingnya prinsip otonomi yang berkeadilan dan berimbang. Karena itu, kebijakan fiskal di daerah jangan sampai menimbulkan disparitas, apalagi ada daerah yang menaikkan PBB sampai 1.000 persen,” tegasnya.

Lebih jauh, Lia menekankan bahwa kenaikan tarif yang ekstrem berpotensi memicu pro kontra. Ia mendorong kepala daerah untuk lebih aspiratif agar perbedaan pandangan bisa diantisipasi sejak awal.

“Kenaikan yang ekstrem tentu akan memicu pro kontra di masyarakat. Pemimpin daerah harus aspiratif, sehingga perbedaan pandangan bisa diantisipasi sejak awal. Jangan sampai muncul sikap kontradiktif yang bisa menggerus kepercayaan publik,” katanya.

Lia menambahkan, komunikasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat adalah kunci menjaga stabilitas. Dengan demikian, penerimaan pajak tetap berjalan namun tidak memberatkan warga.

“Kalau pemerintah pusat dan daerah mampu membangun trust dengan kebijakan yang adil, masyarakat akan lebih tenang dan penerimaan pajak bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru