Senator Lia Istifhama Anggota DPD RI Puji Kecerdasan Prabowo Angkat Nama Indonesia

Selasa, 21 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Dr. Lia Istifhama menjadi pembicara dalam International Conference di Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Probolinggo, membahas strategi global Presiden Prabowo Subianto. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI Dr. Lia Istifhama menjadi pembicara dalam International Conference di Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Probolinggo, membahas strategi global Presiden Prabowo Subianto. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id — Suasana akademik di Kampus Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (18/10/2025), berlangsung khidmat dan sarat gagasan. Dalam konferensi internasional bertajuk “The Future is Now: Reimagining Knowledge, Power, and Justice in a Changing World”, perhatian peserta tertuju pada kehadiran anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Lia Istifhama.

Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu tampil sebagai salah satu pembicara bersama narasumber dari berbagai negara. Dalam forum ilmiah tersebut, ia memaparkan pandangan tentang arah kebijakan global Indonesia dan peran kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun posisi strategis bangsa di dunia internasional.

“Kita harus akui, dalam satu tahun masa pemerintahannya, Presiden Prabowo berhasil menempatkan Indonesia sebagai negara yang strategis dan diperhitungkan secara global,” ujar Lia di hadapan para akademisi dan mahasiswa. “Beliau mampu membaca arah geopolitik dunia dengan sangat tajam dan melakukan langkah-langkah konkret yang berdampak pada stabilitas nasional maupun internasional.”

Ia kemudian mengaitkan keberhasilan tersebut dengan teori ekonomi global Big Push Theory dari Jeffrey Sachs, yang menjelaskan bahwa negara berpendapatan menengah dapat melesat menjadi kekuatan dunia melalui investasi besar-besaran di sektor strategis. “Kalau negara mampu menguasai sektor penting seperti pangan, energi, atau teknologi, maka secara otomatis akan memiliki pengaruh besar terhadap negara lain yang bergantung pada sektor tersebut,” jelas Lia.

“Melalui kebijakan investasi pangan, hilirisasi sumber daya alam, dan kerja sama bilateral yang terarah, Presiden Prabowo telah mulai membangun fondasi menuju kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Lia juga menyinggung keberanian Presiden Prabowo dalam menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di forum internasional. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bukti nyata bahwa Indonesia kini memiliki posisi tawar tinggi di mata dunia.

“Kalau Indonesia tidak kuat secara ekonomi dan diplomasi, tentu tidak akan mudah bagi presiden untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina secara terbuka,” ujarnya. “Namun, beliau melakukannya dengan penuh keyakinan dan pada momentum yang tepat. Itu menunjukkan bahwa Bapak Presiden sangat cerdas, berani, dan memahami psikologi politik global.”

Menurut Lia, keberanian itu dibarengi kemampuan komunikasi antarbangsa yang luar biasa. “Beliau bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang diterima dengan hormat oleh pemimpin-pemimpin dunia. Komunikasi Bapak Presiden tidak hanya berhasil di dalam negeri, tapi juga di dunia internasional,” tegasnya.

Senator yang dikenal dekat dengan kalangan santri itu juga mengulas strategi kerja sama ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa melalui perjanjian *Comprehensive Economic Partnership Agreement* (EU-CEPA). Ia menilai kebijakan itu menjadi langkah cerdas yang membuka peluang besar, tidak hanya di sektor perdagangan, tapi juga di pasar tenaga kerja internasional.

“Kesepakatan dagang dengan Eropa itu penting. Meskipun jarak kita jauh, Presiden Prabowo melihat potensi besar di sana. Beliau tidak berhenti pada pangsa pasar pangan saja, tetapi juga pasar dunia kerja,” paparnya. “Sumber daya manusia Indonesia punya keunggulan tersendiri. Tenaga kerja kita dikenal rajin, disiplin, memiliki skill bagus, serta kehangatan dalam berinteraksi. Ini menjadi nilai tambah yang sangat disukai masyarakat dunia.”

Ning Lia juga menyinggung soal pandangan Prabowo terhadap pentingnya pemberdayaan tenaga kerja migran. “Beliau selalu menekankan bahwa pekerja migran adalah pahlawan devisa. Karena itu, negara harus hadir untuk melindungi mereka dan memastikan bahwa kerja mereka di luar negeri adalah bentuk kontribusi nyata untuk bangsa,” katanya.

Selain membahas isu global, Lia juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan domestik Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai program *Makan Bergizi Gratis* (MBG) merupakan terobosan penting untuk menyiapkan generasi unggul Indonesia.

“Program MBG ini bukan sekadar bantuan makan, tapi investasi jangka panjang pada sumber daya manusia. Gizi yang baik akan melahirkan generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi. Ini kebijakan yang berpihak pada masa depan bangsa,” tuturnya.

Lia menutup pemaparannya dengan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga arah pembangunan bangsa. “Kita semua harus ikut serta. Pemerintah sudah membuka jalan, tinggal bagaimana kita bersama memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar membawa manfaat bagi rakyat dan memperkuat posisi Indonesia di dunia,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru