Khofifah Ajak Santri Perkuat Peran Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Selasa, 21 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin lantunan sholawat dalam acara Lirboyo Bersholawat di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Senin (20/10/2025) malam, (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin lantunan sholawat dalam acara Lirboyo Bersholawat di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Senin (20/10/2025) malam, (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KEDIRI, RadarBangsa.co.id — Ribuan santri dan jamaah memadati halaman Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Senin (20/10/2025) malam. Mereka larut dalam lantunan dzikir dan sholawat pada gelaran “Lirboyo Bersholawat”, sebuah acara religi dalam rangka menyambut Hari Santri ke-10.

Acara yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf ini turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah ulama dan pejabat daerah. Dalam suasana yang khidmat, gema sholawat menggema di seluruh penjuru pesantren yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di Indonesia.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa peringatan Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober bukan hanya acara seremonial, melainkan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan menata masa depan Indonesia.

“Hari Santri adalah wujud syukur dan refleksi atas kontribusi besar para santri terhadap bangsa. Santri tidak pernah absen dalam setiap fase penting perjalanan Indonesia,” ujar Khofifah di hadapan puluhan ribu jamaah.

Tahun ini, peringatan Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Menurut Khofifah, tema tersebut mengandung makna strategis bahwa peran santri tidak berhenti pada perjuangan masa lalu, tetapi terus berlanjut dalam membangun bangsa yang berdaya saing global.

Ia menjelaskan, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga teknologi. “Santri hari ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren. Santri harus menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan bangsa,” tuturnya.

Khofifah juga mengapresiasi peran besar Pondok Pesantren Lirboyo yang selama lebih dari satu abad menjadi pusat pembelajaran Islam dan kebangsaan. Menurutnya, Lirboyo tidak hanya melahirkan ulama dan tokoh nasional, tetapi juga menanamkan semangat Hubbul Wathon Minal Iman — cinta tanah air adalah bagian dari iman.

Lebih jauh, ia menyinggung inovasi lingkungan yang dilakukan pesantren melalui pengelolaan sampah dan limbah menjadi sumber ekonomi produktif. “Dari Lirboyo, kita sampaikan pada dunia bahwa pesantren tidak hanya menjaga akidah, tapi juga melahirkan ekonomi hijau yang memberi berkah,” ucapnya.

Khofifah kemudian mengajak seluruh santri untuk menguatkan semangat “Jatim BISA” Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif. Ia menekankan, keempat nilai itu menjadi modal penting bagi generasi santri untuk menghadapi tantangan global. “Dengan semangat Jatim BISA, pesantren akan menjadi pusat inovasi yang melahirkan pemimpin berintegritas dan berakhlak mulia,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jatim itu mengajak seluruh jamaah mendoakan keselamatan bangsa dan para ulama. “Semoga Indonesia dijauhkan dari bencana dan perpecahan, serta senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya menyerukan semangat perjuangan kepada ribuan santri yang hadir. Dengan lantang ia memekikkan, “Siap bela Lirboyo, siap bela NU, siap bela Islam, siap bela Indonesia,” yang disambut takbir menggema dari ribuan santri dan santriwati.

Adapun Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap, peringatan Hari Santri ke-10 dapat mempererat ukhuwah antar-santri dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan. “Yang terpenting adalah saling menghargai, saling mendukung, dan tidak mudah terpecah-belah,” pesannya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kaffabih Mahrus, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, jajaran Forkopimda Jatim, serta ribuan jamaah Syekher Mania yang ikut memeriahkan suasana malam penuh berkah itu.

Peringatan Hari Santri di Lirboyo bukan hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga panggilan moral bagi santri di seluruh Indonesia untuk terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa dari pesantren untuk peradaban dunia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru