KENDAL,RadarBangsa.co.id – Aktivitas pengerukan tanah di kawasan Sepetek, Jalan Boja-Kaliwungu, Kabupaten Kendal, dihentikan sementara setelah Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.
Sidak dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat di media sosial terkait kondisi jalan licin akibat ceceran tanah dari truk pengangkut material.
Usai sidak, Pemerintah Kabupaten Kendal langsung menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait.
Hasilnya, aktivitas pengambilan dan penjualan tanah oleh CV Bukit Sawi dihentikan sementara sampai perusahaan memenuhi sejumlah persyaratan.
Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari, mengatakan keputusan penghentian sementara diambil berdasarkan masukan dari seluruh pihak yang hadir dalam rapat.
“Semua stakeholder memberikan masukan agar aktivitas pengambilan dan penjualan tanah dihentikan sementara sampai ada komitmen tertulis dari perusahaan,” kata Agus, Jumat (22/5/2026).
Rapat tersebut melibatkan unsur Forkopimda, Polres, Kodim, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ESDM Provinsi, Disporapar, hingga pengelola CV Bukit Sawi milik Bambang Sukrendro.
Dalam pembahasan itu terungkap CV Bukit Sawi memiliki izin IUP Penjualan Tanah untuk kegiatan penataan lahan usaha agrowisata. Namun, pemerintah meminta perusahaan membuat surat komitmen tertulis di atas materai sebelum aktivitas kembali diizinkan.
Komitmen tersebut mencakup pelaksanaan rekomendasi UKL-UPL dari DLH, seperti pembangunan drainase, pemasangan terpal penutup muatan truk, pembangunan water trap, hingga pembersihan sisa tanah di jalan.
Selain penghentian sementara aktivitas pengerukan, pemerintah juga mengusulkan pembangunan portal di dua titik untuk membatasi kendaraan truk agar sesuai kelas jalan kabupaten.
Dua titik portal yang diusulkan berada di Jalan Masjid Kaliwungu dan dekat Dokter Undang.
Sebelumnya, warga ramai mengeluhkan kondisi jalan yang licin dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun. Ceceran tanah dari aktivitas truk tambang diduga menjadi penyebab utama terganggunya keselamatan pengguna jalan di ruas Boja-Kaliwungu.
Penulis : Tim
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar